Olahan Ikan dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Pengembangan UMKM Perempuan

  • 22 Jun 2026 21:11 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi perempuan. Namun, pengembangan usaha tersebut perlu didukung dengan legalitas yang memadai agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Anggota Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Papua Tengah, Ny. Romida Butar-Butar, mengatakan perempuan memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha. Meski demikian, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami proses pengurusan perizinan.

"Karena kami melihat sebenarnya ibu-ibu ini punya potensi besar untuk berusaha. Cuma ada beberapa masukan bahwa mereka banyak yang bingung, ini nanti mengurus izinnya di mana, apakah berbayar atau tidak," ujarnya kepada tim LPP RRI Nabire, Jumat 19 Juni 2026.

Menurutnya, keterampilan mengolah produk saja tidak cukup. Pelaku usaha juga perlu memperoleh pendampingan dalam pengurusan legalitas agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Jadi kami kebetulan mengadakan pelatihan pembuatan abon, sekaligus setelah ini jika ada yang berminat membuat usaha, khususnya di bidang abon ikan atau ada usaha-usaha lain, kami memfasilitasi supaya habis kegiatan ini kalau ada yang berminat melanjutkan usaha bisa langsung dengan proses penerbitan izinnya," katanya.


Romida berharap pengembangan usaha perempuan tidak berhenti pada satu kegiatan semata. Menurutnya, DWP Papua Tengah terus membuka ruang diskusi dan pendampingan melalui pertemuan rutin yang melibatkan unit pelaksana instansi dan kabupaten.

Sementara itu, pemateri dari Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Siska Imelda Jacobus, S.Pi., M.Pi., menilai diversifikasi produk perikanan mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

"Untuk abon ikan ini kan diversifikasi olahan untuk nilai tambah produk. Jadi ini merupakan satu hal yang baik, khususnya bagi ibu-ibu. Ini kan bisa meningkatkan pendapatan keluarga dengan melakukan olahan-olahan yang berbahan dasar ikan," jelasnya.

Ia mengatakan, produk abon ikan memiliki prospek yang cukup baik di Papua karena telah diterima oleh masyarakat. Namun, tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha rumah tangga bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga pemasaran dan pemenuhan persyaratan perizinan.


"Kalau menurut saya, persoalan yang paling besar terkait dengan produk-produk olahan itu terkait dengan pemasaran. Nah ini kan terkait tadi juga ada PIRT. Untuk peredaran makanan ini kan kita butuh perizinan. Perizinan itu harus diperlukan supaya makanan itu bisa dijual di swalayan," ungkapnya.

Selain itu, ia mendorong perempuan untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan hasil perikanan, termasuk bagian-bagian ikan yang selama ini belum banyak dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Penguatan kapasitas pelaku UMKM perempuan melalui keterampilan pengolahan hasil perikanan dan pemahaman mengenai legalitas usaha diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga di Papua Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....