Kasus Pembuangan Bayi Kembali Terjadi di Mimika, DPRK Minta Tindakan Tegas
- 15 Jun 2026 17:29 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Kasus pembuangan bayi yang kembali terjadi di Kabupaten Mimika menuai keprihatinan dan perhatian dari kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melalui Anggota Komisi III, Herman Tangke Pare, S.T., mendesak aparat kepolisian serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.Senin 15 juni 2026
Sorotan terhadap kasus ini menguat setelah ditemukannya seorang bayi di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup. Peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik di media sosial itu dinilai sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan membutuhkan penanganan serius dari pihak berwenang.
Menurut Herman, pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu segera melakukan pendampingan serta penelusuran mendalam guna mengungkap latar belakang dan pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak-hak anak harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.
"Kami berharap Dinas P3AP2KB segera turun ke lapangan untuk mencari tahu fakta sebenarnya. Siapa pihak yang tega membuang anaknya seperti itu? Ini harus didalami," ujarnya.
Selain itu, Herman juga mengimbau Kepolisian Resor Mimika untuk menjadikan kasus pembuangan bayi sebagai perhatian khusus. Ia menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di Mimika, bahkan telah berulang kali ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, lokasi pembuangan bayi yang sering ditemukan antara lain di sungai, tempat sampah, hingga saluran air. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan penegakan hukum yang lebih tegas agar kasus serupa tidak terus berulang.
"Ini sudah sering sekali terjadi, mungkin sudah 12 kali lebih. Kami minta polisi menindaklanjuti secara serius agar ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini," tegasnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut juga menyoroti pentingnya memberikan solusi bagi orang tua yang tidak mampu atau tidak memiliki keinginan untuk mengasuh anak. Ia menyarankan agar bayi atau anak yang tidak dapat dirawat oleh orang tua kandung dapat diarahkan untuk diasuh atau diadopsi oleh keluarga yang bersedia memberikan perawatan yang layak.
Menurut Herman, membuang bayi bukanlah jalan keluar dari persoalan yang dihadapi orang tua. Ia menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki kepedulian dan bersedia merawat anak-anak yang membutuhkan pengasuhan.
"Kalau memang tidak berkeinginan mengasuh, jangan dibuang begitu saja. Kasihan anak itu. Lebih baik dirawat atau diadopsi oleh warga yang mau," katanya.
Di akhir pernyataannya, Herman kembali meminta Dinas P3AP2KB untuk menangani persoalan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia juga berharap media massa terus memberikan perhatian melalui pemberitaan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan anak dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Mimika.
"Saya minta kepada dinas pemberdayaan perempuan agar serius dalam menangani persoalan ini. Dan saya mohon kepada rekan -rekan media untuk terus mengekspos agar kejadian seperti ini tidak lagi berulang di Mimika. " ujarnya.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....