FKUB Pateng Ajak Media Perkuat Pesan Kerukunan di Tengah Perkembangan Daerah

  • 26 Mei 2026 12:36 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah mengajak media massa untuk turut memperkuat pesan persaudaraan dan kerukunan di tengah perkembangan Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.

Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.MPd menilai media memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat melalui pemberitaan yang menyejukkan dan membangun.

Menurutnya, pemberitaan terkait kehidupan sosial, toleransi, dan kerukunan masyarakat perlu lebih banyak diangkat dibanding hanya berfokus pada konflik atau sensasi semata.

“Media jangan hanya mencari sensasi atau konflik, tetapi juga membantu masyarakat melihat sisi persaudaraan dan kerukunan yang ada di Papua,” ungkap pria yang pernah menjadi wartawan di Timika selama kurang lebih 12 tahun.

Ignatius menambahkan, tokoh masyarakat, kepala suku, dan tokoh agama juga perlu diberikan ruang dalam pemberitaan karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

“Saya lihat sekarang berita lebih banyak mengambil pernyataan pejabat. Padahal tokoh masyarakat, kepala suku, dan tokoh agama juga perlu diberikan ruang bicara karena mereka juga dekat dengan masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti peran media, FKUB Papua Tengah juga mengingatkan pentingnya memperkuat nilai toleransi dan pembentukan karakter generasi muda melalui keluarga dan pendekatan agama.


Menurut Ignatius, kehidupan sosial masyarakat Papua masih dipengaruhi kuat oleh nilai adat dan budaya yang mengajarkan penghormatan terhadap sesama.

“Pada dasarnya toleransi adalah saling menghargai, saling menghormati, saling menerima, dan terbuka satu sama lain. Jangan mudah menghakimi satu kelompok hanya karena ulah satu orang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter anak dimulai dari keluarga karena lingkungan keluarga sangat mempengaruhi cara berpikir generasi muda.

Karena itu, FKUB mendorong peningkatan nilai ibadah, doa, serta pemahaman ajaran agama agar masyarakat semakin memahami arti toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama.

Ignatius juga menilai banyak nilai universal dalam agama yang sebenarnya sama, seperti ajaran tentang doa, puasa, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Baginya berbagai gejolak sosial yang terjadi di Papua bukan berarti masyarakat Papua tidak toleran, melainkan bagian dari tantangan daerah yang sedang berkembang dan terus menjadi sorotan publik.

FKUB Papua Tengah berharap masyarakat terus membangun sikap saling menerima dan menghormati demi menjaga kehidupan yang damai dan harmonis di Papua Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....