Upacara Hardiknas 2026 di Mepa School, Gubernur Tekankan Pendidikan Inklusif
- 02 Mei 2026 08:36 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 digelar di halaman Mepa Boarding School, Sabtu 2 Mei 2026. Bertindak sebagai pembina upacara, Gubernur Papua Tengah memimpin jalannya kegiatan yang berlangsung khidmat.
Upacara ini turut melibatkan partisipasi anak-anak disabilitas sebagai petugas, yang diantaranya berasal dari SLB Petra dan SLB Matahari. Keterlibatan mereka menjadi simbol kuat semangat inklusivitas dalam dunia pendidikan di Papua Tengah.
Dalam amanatnya, Gubernur Papua Tengah menegaskan peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.
“Hari ini di bawah langit Papua kita berkumpul tidak sekadar untuk menjalankan seremoni tahunan. Kita hadir untuk meneguhkan komitmen atas tema Hardiknas tahun 2026, menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, makna “partisipasi semesta” menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, yayasan, orang tua, hingga dunia usaha.

“Untuk memastikan tidak ada satu pun anak Papua yang tertinggal. Selama ini, mungkin saudara-saudara kita, anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus, seringkali berada di pinggir perhatian. Namun hari ini saya tegaskan, pendidikan bermutu untuk semua berarti juga pendidikan bermutu bagi anak-anak disabilitas kita,” lanjutnya.
Gubernur juga menekankan bahwa Papua Tengah tidak akan mampu maju jika mengabaikan potensi besar yang dimiliki anak-anak dengan keterbatasan fisik maupun mental. Menurutnya, mereka merupakan bagian penting yang harus diperkuat dalam pembangunan pendidikan.
“Inklusi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan pemerintah daerah. Di antaranya penguatan infrastruktur pendidikan, khususnya peningkatan fasilitas di sekolah luar biasa (SLB) serta mendorong sekolah reguler menjadi sekolah inklusi yang ramah disabilitas.
Selain itu, peningkatan kompetensi guru pendidikan khusus juga menjadi perhatian utama. Pemerintah berkomitmen melanjutkan program pelatihan agar metode pengajaran semakin adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Tidak hanya itu, peran yayasan juga diapresiasi sebagai mitra penting dalam menjangkau anak-anak di wilayah pelosok, terutama mereka yang membutuhkan pendekatan khusus dalam pendidikan.
Kepada para siswa SLB di Papua Tengah, Gubernur memberikan pesan motivasi. “Kalian adalah mutiara Papua Tengah. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi puncak Cartenz. Pemerintah ada di belakang kalian, masyarakat mendukung kalian, dan masa depan Papua Tengah menanti karya kalian,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Gubernur mengajak seluruh pihak menjadikan Hardiknas 2026 sebagai titik balik untuk membangun pendidikan yang lebih empati, inklusif, dan bergotong royong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....