KNPB Timika Gelar Aksi Damai, Sampaikan Aspirasi ke DPRK Mimika

  • 01 Mei 2026 13:54 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa damai pada Jumat 01 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI atau Hari Pembebasan Irian Barat.

Aksi yang berlangsung di Timika ini dipimpin oleh Ketua KNPB Wilayah Timika, Yanto Awerkion. Dalam keterangannya kepada awak media, ia menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Papua kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika.

“Kami hadir hari ini untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang dihadapi rakyat Papua, termasuk dugaan kekerasan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, serta kondisi pengungsian yang disebut mencapai sekitar 107 ribu orang,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi juga meminta DPRK Mimika untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan di tingkat lebih tinggi.

Dalam pernyataannya, KNPB turut menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menghentikan kekerasan terhadap warga sipil, membuka akses bagi jurnalis internasional ke Papua, serta mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme damai.

Yanto juga menyerukan kepada semua pihak, termasuk TNI, Polri, dan TPNPB, untuk menghentikan konflik bersenjata yang dinilai berdampak pada masyarakat sipil. “Kami meminta semua pihak untuk mencari solusi terbaik demi keselamatan rakyat Papua,” katanya.

Terkait tuntutan penarikan pasukan non-organik, ia menjelaskan bahwa hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi intensitas militerisasi di sejumlah wilayah, khususnya di daerah pegunungan seperti Intan Jaya dan Puncak.

Sementara itu, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau, menyatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang menyampaikan pendapat bukanlah pelaku kejahatan, melainkan warga yang ingin didengar suaranya.

“Mereka bukan penjahat, mereka adalah rakyat Papua yang hidup di tanah ini. Harapan saya, kita bisa hidup berdampingan dengan damai dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Primus juga memastikan bahwa aspirasi yang telah diterima akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan anggota DPRK lainnya untuk diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

Aksi tersebut berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan, serta diakhiri dengan penyerahan aspirasi kepada pihak DPRK Mimika.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....