Gubernur Papua Tengah: Biaya Korban Penembakan Puncak Ditanggung Pemprov
- 18 Apr 2026 06:32 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memastikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menanggung seluruh biaya pengobatan warga sipil yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Puncak.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Meki Nawipa usai mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire, Jumat 17 April 2026, setelah melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak di Kabupaten Puncak.
“Masyarakat yang menjadi korban ada empat orang, dan satu korban baru sudah kami terbangkan ke Jayapura. Kami datang untuk memberikan penguatan bahwa Pemerintah Provinsi akan membiayai seluruh biaya kesehatan para korban sampai sembuh. Mereka tidak sendiri, pemerintah akan hadir dan bertanggung jawab,” ujar Meki Nawipa kepada awak media.
Gubernur juga menyoroti kondisi anak-anak yang terdampak dalam insiden tersebut, termasuk anak yang kehilangan ayahnya. Pemerintah provinsi papua tengah mempertimbangkan dukungan pendidikan bagi anak-anak korban agar tetap memperoleh masa depan yang layak.
Selain penanganan medis, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan tim terpadu tanggap darurat bersama pemerintah kabupaten untuk mempercepat pendataan dan penanganan korban di lapangan. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan pihak terkait lainnya.
Menurut Gubernur, situasi di lapangan masih terus dipantau. Satu kampung dilaporkan sudah dalam kondisi aman, sementara dua kampung lainnya masih dalam proses pengecekan untuk memastikan jumlah korban serta kondisi masyarakat.
“Kami juga mengutuk tindakan kekerasan yang menimbulkan korban, terutama anak-anak dan perempuan. Mereka tidak boleh menjadi korban dalam situasi apapun,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, pemerintah akan terus mendorong pendekatan humanis serta komunikasi sebagai langkah penyelesaian konflik, di samping tetap mendukung upaya penegakan hukum yang profesional.
Sebelumnya, insiden kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak memunculkan perbedaan informasi dari pihak-pihak yang terlibat. Aparat keamanan menyebut adanya warga sipil yang mengalami luka akibat penembakan di Distrik Sinak pada pertengahan April 2026.
Sementara itu, kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM menyampaikan klaim berbeda, dengan menyebut adanya korban jiwa dari kalangan sipil serta terjadinya pengungsian akibat operasi yang berlangsung dalam periode yang sama.
Hingga saat ini, belum terdapat verifikasi independen yang dapat memastikan secara menyeluruh jumlah korban maupun kronologi pasti kejadian di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....