Uskup Timika Tekankan Pentingnya Pendidikan Berbasis Karakter
- 17 Apr 2026 13:56 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mmika – Uskup Timika, Bernadus Bofitwos Baru, menyoroti pergeseran arah pendidikan yang dinilai semakin berorientasi pada kebutuhan pasar kerja dan keuntungan ekonomi, serta menjauh dari tujuan utamanya dalam membentuk karakter dan martabat manusia.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Lokakarya Pendidikan Dasar dan Menengah Keuskupan Timika yang berlangsung di Swiss-Belhotel Timika pada 14 hingga 16 April 2026.
Dalam pemaparannya, Uskup menegaskan bahwa dominasi ideologi ekonomi menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan. Mengutip pemikiran Albertus Heriyanto, ia menyebut pendidikan kini lebih diarahkan untuk mencetak tenaga kerja, bukan membentuk manusia seutuhnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan dalam proses pendidikan yang terlalu menekankan aspek kognitif, khususnya metode hafalan, dan mengabaikan aspek afektif serta psikomotorik. Kondisi ini dinilai berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik.
Selain itu, Uskup mengingatkan adanya pengaruh negatif gaya hidup konsumtif, hedonisme, dan materialisme yang mulai merasuki dunia pendidikan. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat memperparah degradasi nilai dan menghambat perkembangan generasi muda.
Di wilayah Papua Tengah, berbagai tantangan pendidikan masih menjadi persoalan serius, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik, lemahnya tata kelola lembaga pendidikan, hingga kurangnya peran orang tua dan pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung.
Uskup juga menyoroti dampak konflik di sejumlah wilayah seperti Intan Jaya, Dogiyai, dan Deiyai yang menyebabkan ribuan anak kehilangan akses pendidikan. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan “lost generation” di Tanah Papua.

Kondisi serupa turut terjadi di wilayah pesisir, termasuk kawasan Kamoro, yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Karena itu, Uskup mengajak semua pihak, baik gereja, pemerintah, masyarakat, maupun swasta seperti PT Freeport Indonesia, untuk bersinergi melalui langkah-langkah konkret dan berkelanjutan dalam memajukan pendidikan di Papua.
Sekitar 120 peserta mengikuti kegiatan ini secara langsung, dengan tambahan partisipasi daring dari berbagai kalangan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia.
Pada penutupan kegiatan, Uskup menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya lokakarya, termasuk pemerintah daerah yang memberikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar, serta pihak swasta yang membantu fasilitas, akomodasi, dan kebutuhan peserta.

Ia menegaskan bahwa berbagai gagasan, pengalaman, dan konsep yang telah dibahas selama tiga hari lokakarya harus ditindaklanjuti melalui kerja sama nyata.
“Lokakarya ini menjadi ruang untuk saling berbagi, saling memperkaya, dan memperkuat langkah bersama dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan Katolik di wilayah Papua Tengah,” ujarnya.
Uskup berharap kegiatan ini mampu melahirkan inspirasi dan langkah-langkah baru yang konkret, sehingga pendidikan di wilayah Keuskupan Timika semakin berkembang dan mampu mencetak generasi masa depan yang berkualitas.
Ia pun menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dan berkomitmen memajukan pendidikan demi masa depan generasi muda di Tanah Papua. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....