Pemkab Mimika dan DPRK Sepakati Anggaran Multi Years Pembangunan RSUD
- 10 Apr 2026 19:29 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika — Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama pimpinan DPRK Mimika menandatangani nota kesepakatan terkait anggaran tahun jamak (multi years) 2026–2028 untuk pembangunan Gedung Perawatan C2 RSUD Kabupaten Mimika. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengungkapkan bahwa kondisi RSUD Mimika saat ini sudah tidak lagi mampu menampung jumlah pasien yang terus meningkat. Berdasarkan standar yang ditetapkan, rumah sakit tersebut minimal harus memiliki 181 tempat tidur. Namun kenyataannya, jumlah pasien rawat inap saat ini mencapai sekitar 300 orang.
“Dengan kapasitas tempat tidur yang hanya 181, tenaga medis terpaksa menambah tempat tidur darurat, bahkan memanfaatkan ruang-ruang lain untuk menampung pasien. Ini menunjukkan bahwa rumah sakit kita sudah sangat membutuhkan penambahan kapasitas,” ujarnya. Pada hari Jumat 10 april 2026.

Ia menjelaskan, RSUD Mimika kini telah menjadi rumah sakit rujukan bagi sejumlah wilayah di Papua Tengah, seperti Kabupaten Puncak, Paniai, Deiyai, hingga Intan Jaya. Selain itu, rumah sakit ini juga melayani pasien dari berbagai daerah lain, termasuk korban konflik yang membutuhkan penanganan medis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembangunan Gedung Perawatan C2 dengan nilai anggaran sekitar Rp240 miliar. Proyek ini akan dilaksanakan menggunakan skema kontrak tahun jamak guna memastikan pembangunan berjalan lebih efektif dan terhindar dari berbagai kendala teknis yang kerap terjadi pada sistem penganggaran tahunan.
“Kalau dilakukan secara bertahap tiap tahun, sering terjadi pergantian kontraktor yang berdampak pada kualitas pekerjaan dan tambahan biaya. Karena itu, kita memilih skema multi years agar satu kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas,” jelasnya.
Bupati juga menekankan bahwa kesepakatan multi years ini merupakan bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan. Dalam nota kesepakatan tersebut telah diatur pembagian anggaran per tahun hingga proyek selesai.
Selain pembangunan gedung baru, Pemkab Mimika juga berencana menambah fasilitas kesehatan, seperti alat cuci darah (hemodialisa) yang saat ini masih terbatas, serta perbaikan alat CT scan yang mengalami kerusakan. Pemerintah juga menargetkan pengadaan layanan MRI agar masyarakat Papua tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk pemeriksaan lanjutan.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama dalam pemenuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Selain itu, kondisi fiskal daerah juga mengalami tekanan akibat penurunan pendapatan, termasuk dari sektor pertambangan.
“Kita mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan, sehingga harus melakukan berbagai upaya untuk menutup defisit anggaran. Namun pembangunan rumah sakit ini tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap pembangunan Gedung Perawatan C2 dapat meningkatkan kapasitas layanan rawat inap secara signifikan dan memperkuat peran RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....