Harga Plastik Kian Melonjak, Distribusi Terhambat dan Stok Menipis
- 08 Apr 2026 16:24 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Lonjakan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha di Timika. Kenaikan harga yang signifikan bahkan mencapai hingga 200 persen ini dipicu oleh kelangkaan bahan baku serta terganggunya distribusi dari pabrik.
Pemilik Toko Sinar Sulawesi, Hj Patmah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik terjadi secara bertahap sebelum akhirnya melonjak drastis. Ia menyebutkan, awalnya harga hanya naik sekitar 20 hingga 60 persen, namun kini sudah menembus hingga 200 persen.
Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya bahan baku biji plastik yang sebagian besar berasal dari luar negeri. Bahkan, sejumlah pabrik terpaksa menghentikan operasional sementara karena tidak adanya pasokan bahan baku.

“Sekarang bukan lagi naik 50 atau 60 persen, tapi sudah sampai 200 persen. Ada juga pabrik yang tutup karena bahan baku tidak ada,” ujarnya.Pada hari Rabu 08 april 2026.
Ia menambahkan, stok barang yang tersedia di tokonya saat ini sangat terbatas. Sementara itu, pasokan baru belum ada kepastian, baik dari segi ketersediaan maupun harga.
“Biasanya ada barang dalam perjalanan, sekarang tidak ada sama sekali. Kalau stok habis, ya sudah tidak ada lagi,” katanya.
Kenaikan harga juga terlihat dari harga per karung yang sebelumnya sekitar Rp800 ribu kini bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,1 juta. Kondisi ini membuat sebagian pembeli terpaksa menunda pembelian atau mengurangi jumlah belanja.
Selain itu, biaya pengiriman juga mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp24–25 juta, kini naik menjadi Rp28 hingga Rp30 juta.
Hal serupa disampaikan oleh salah satu pedagang di Pasar Salman yang mengaku harga plastik mengalami kenaikan hampir di semua jenis. Ia menyebutkan, harga kantong plastik kecil yang sebelumnya berkisar Rp15 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran dan stok lama yang dimiliki penjual.
“Kalau yang masih stok lama, ada yang jual lebih murah. Tapi yang sudah ambil barang baru, harganya sudah naik,” jelasnya.

Sementara itu, Riski, salah satu admin di Toko Yuri Plastik, mengatakan bahwa kenaikan harga berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat. Banyak pelanggan yang memilih mencari harga lebih murah di tempat lain atau bahkan membatalkan pembelian.
“Awalnya waktu harga baru naik, pembeli banyak yang kaget, ambil barang tapi dikembalikan lagi. Sekarang sudah mulai paham karena semua toko juga naik,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi bertahap, mulai dari 10 persen hingga akhirnya mencapai 70 persen untuk beberapa jenis plastik, terutama kantong plastik. Bahkan, harga per sak yang sebelumnya sekitar Rp900 ribu kini melonjak hingga Rp1,7 juta.
Para pedagang berharap kondisi ini dapat segera kembali normal, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.
Mereka berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan bahan baku dan distribusi tetap lancar. Selain itu, para pedagang juga berharap adanya solusi jangka pendek seperti subsidi atau pengendalian harga agar pelaku usaha kecil tidak semakin tertekan.
“Harapannya semoga cepat normal lagi, supaya kami bisa jual dengan harga terjangkau dan masyarakat juga tidak terlalu terbebani,” tutupnya. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....