Gejolak Harga Pangan Meningkat, Pemprov Papteng Percepat Intervensi di Intan Jaya
- 01 Mei 2026 05:12 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat merespons lonjakan harga pangan yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya daerah pegunungan. Melalui Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Wakil Gubernur, langkah strategis disusun guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Rapat yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan itu melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis. Fokus utama pembahasan tertuju pada Kabupaten Intan Jaya yang mengalami kenaikan signifikan harga beras hingga 9,33 persen.
Tak hanya beras, sejumlah komoditas lain seperti minyak goreng, telur, dan daging ayam juga tercatat melambung jauh di atas rata-rata nasional. Kondisi ini dipicu oleh tantangan geografis yang berat, terbatasnya akses distribusi, serta tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Menghadapi karakter inflasi yang khas di Papua Tengah, pemerintah daerah langsung mengimplementasikan enam langkah konkret sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri. Langkah tersebut meliputi operasi pasar, pengawasan distribusi dan penimbunan barang, hingga intervensi harga untuk menjaga keterjangkauan komoditas pokok.
Tidak hanya fokus pada jangka pendek, strategi jangka panjang juga disiapkan. Di antaranya dengan mendorong peningkatan produksi pangan lokal, memperkuat peran TPID di tingkat kabupaten, membangun sistem pemantauan harga berbasis data real-time, serta memperluas gerakan pangan murah dan gerakan menanam di masyarakat.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa seluruh intervensi harus dilakukan secara spesifik sesuai karakter wilayah, bergerak cepat, dan berbasis data yang akurat. Upaya ini diarahkan untuk memastikan stabilitas sosial ekonomi tetap terjaga, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan kebutuhan pokok.
“Tujuan kita jelas, menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan gejolak harga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas,” tegasnya.
Dengan langkah terukur dan kolaborasi lintas sektor, Pemprov Papua Tengah optimistis tekanan inflasi dapat dikendalikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....