Program Sekolah Integrasi Disiapkan untuk Pendidikan Anak Papua

  • 29 Mar 2026 12:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika— Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan. Salah satunya melalui sosialisasi program sekolah integrasi yang dirancang dalam satu kawasan terpadu guna mendukung pembinaan generasi muda secara menyeluruh.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Lenis Kogoya, mengatakan program tersebut akan menggabungkan fasilitas pendidikan dan pengembangan bakat dalam satu lokasi. Kawasan ini direncanakan dilengkapi dengan berbagai sarana, seperti sekolah, lapangan sepak bola, sekolah sepak bola, kolam renang, hingga lapangan basket.

“Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan yang lebih terintegrasi, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga pengembangan bakat anak-anak, termasuk di bidang olahraga,” ujarnya.

Menurut Lenis, pembangunan kawasan pendidikan terpadu tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat. Sementara itu, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hingga 30 hektare sebagai lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan dalam program ini akan menerapkan konsep terpadu berbasis asrama. Anak-anak yang telah melalui proses seleksi akan mengikuti pendidikan di kawasan tersebut agar mendapatkan pembinaan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain menyediakan fasilitas pendidikan formal, program ini juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung untuk mengembangkan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Lebih lanjut, pemerintah juga merencanakan program lanjutan berupa Sekolah Garuda setingkat sekolah menengah atas sebagai wadah pembinaan berikutnya bagi para siswa. Program ini diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda Papua untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di berbagai bidang, termasuk TNI dan Polri.

Lenis menambahkan bahwa program sekolah integrasi ini akan memprioritaskan anak-anak dari wilayah pedalaman Papua, seperti Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, serta Mimika. Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim piatu, anak dari ibu tunggal, maupun mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh anak di Papua, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui program sekolah integrasi, diharapkan lahir generasi muda Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat sebagai bagian dari pembangunan nasional.(SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....