Tawur Agung Kesanga di Mimika, PHDI Gaungkan Harmoni

  • 26 Mar 2026 19:47 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID MIMIKA — Umat Hindu di Kabupaten Mimika menggelar upacara Tawur Agung Kesanga sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, pada Rabu 18 Maret 2026.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di Kabupaten Mimika.

Ketua PHDI Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Nyepi dengan penuh kebersamaan. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para pejabat daerah dan seluruh undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, I Nyoman Dwitana menjelaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Wasudewa Kutumbakam yang berarti “satu bumi, satu keluarga”. Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu kesatuan yang harus hidup rukun dan saling menghargai.

Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan konsep Tat Twam Asi, yang mengajarkan bahwa “aku adalah kamu dan kamu adalah aku”, serta selaras dengan semangat “Mimika Harmoni” yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui konsep Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada Hari Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak menikmati hiburan (amati lelanguan). Hal ini dilakukan sebagai bentuk introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

Selain itu, rangkaian kegiatan Nyepi juga diisi dengan berbagai aksi sosial seperti bakti sosial, donor darah, dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Setelah Nyepi, umat Hindu juga akan melaksanakan Dharma Santi sebagai ajang mempererat tali persaudaraan.

Di akhir sambutannya, I Nyoman Dwitana menyampaikan harapan agar seluruh masyarakat Mimika terus menjaga keharmonisan antar umat beragama. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Nyepi serta kepada umat Muslim yang akan menyongsong Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan Tawur Agung Kesanga kemudian dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh sebagai simbol penyucian alam semesta dari energi negatif, sekaligus menjadi penutup rangkaian acara hari tersebut.(SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....