Truk Logistik Diserang Massa, Sopir Hentikan Distribusi ke Pedalaman

  • 04 Mar 2026 21:31 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Dogiyai – Aksi pelemparan yang terjadi di Pasar Ikebo, Distrik Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, berujung pada penyerangan terhadap sejumlah truk logistik dan kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang hendak berangkat menuju wilayah pedalaman, Selasa (3/3/2026). Insiden tersebut mengakibatkan lebih dari delapan truk mengalami kerusakan dan sejumlah sopir mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula dari aksi pelemparan oleh sekelompok massa di kawasan Pasar Ikebo yang kemudian meluas hingga menyasar kendaraan logistik yang melintas di jalur tersebut. Massa menyerang truk secara membabi buta, menyebabkan kerusakan terutama pada bagian kaca depan dan kaca samping kendaraan.

Perwakilan sopir lintas Papua Tengah, Muhammad Izam, kepada RRI menjelaskan bahwa truk yang menjadi sasaran merupakan kendaraan logistik dan truk BBM yang akan melakukan distribusi ke wilayah pedalaman, termasuk ke Kabupaten Deiyai dan sejumlah daerah sekitarnya.

Menurut Izam, akibat insiden tersebut para sopir terpaksa menghentikan sementara aktivitas pengangkutan karena khawatir akan keselamatan mereka di perjalanan.

“Akibat kejadian pelemparan di Pasar Ikebo itu meluas sampai penyerangan kendaraan logistik dan truk BBM yang mau berangkat ke pedalaman. Lebih dari delapan truk rusak di bagian kaca, dan ada sopir yang juga kena luka,” ujar Izam, Rabu siang.

Ia mengatakan, penghentian sementara aktivitas angkutan berpotensi berdampak pada ketersediaan bahan pangan dan BBM di wilayah pedalaman Papua Tengah. Menurutnya, jalur distribusi tersebut merupakan akses utama bagi kebutuhan masyarakat di beberapa kabupaten.

“Kami terpaksa tunda jalan karena situasi tidak aman. Kalau kondisi seperti ini terus, tentu bisa berdampak pada pasokan bahan makanan dan BBM di tiga kabupaten,” katanya.

Izam menambahkan, insiden yang dipicu oleh pengaruh minuman keras tersebut bukan kali pertama terjadi dan kerap membahayakan keselamatan para sopir maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk membangun pos-pos pengamanan di titik-titik rawan sepanjang jalur lintas.

“Kami sangat berharap pemerintah dan pihak keamanan bisa segera cari solusi. Kami juga minta dibangun pos pengamanan di daerah rawan seperti Ekimanida, Kali Kasuari dan beberapa Lokasi lainya supaya sopir bisa kerja dengan aman,” ujarnya.

Menurut Izam, keamanan dan kenyamanan sopir menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik yang berpengaruh langsung terhadap perekonomian dan kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah.

Para sopir lintas berharap situasi keamanan di jalur distribusi dapat segera kondusif sehingga aktivitas pengangkutan logistik dan BBM kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....