Festival Imlek 2026 di Timika Jadi Simbol Harmoni Budaya

  • 17 Feb 2026 22:01 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Mimika — Perayaan Festival Imlek 2026 yang diselenggarakan oleh PSMTI Timika berlangsung meriah dan penuh makna. Mengusung semangat Tahun Kuda Api 2577, festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya Tionghoa, tetapi juga wadah penguatan ekonomi kerakyatan serta ruang perjumpaan lintas budaya yang harmonis di Kabupaten Mimika (16/02/26).

Ketua Panitia Festival Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pelestarian budaya dan penggerakan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Festival Imlek dirancang agar nilai-nilai budaya Imlek tetap terjaga, namun di saat yang sama mampu menghidupkan aktivitas ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

“Di festival ini kita bisa melihat kombinasi yang sangat baik. Budaya Imleknya ada, tetapi ekonominya juga berjalan. UMKM yang hadir beragam, mulai dari yang tradisional sampai modern. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Timika,” ujar Joesoef.

Festival Imlek 2026 juga mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Ari Sihasale, Anggota Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Bidang Koperasi, UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan. Ia hadir bersama sang istri, Nia Zulkarnaen, serta didampingi Samuel Yogi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika.

Menurut Joesoef Kurniawan, kunjungan tersebut merupakan hal yang sangat positif dan membanggakan bagi panitia maupun masyarakat Timika. Ia menilai kehadiran tokoh nasional sekaligus figur publik ini memberikan semangat dan pengakuan atas upaya masyarakat dalam membangun daerah melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.

“Bagi kami ini suatu kebanggaan besar. Kehadiran beliau sebagai artis sekaligus anggota Komite Percepatan Pembangunan Otsus Papua yang membidangi koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan kebudayaan, menjadi motivasi bagi kami semua,” katanya.


Ia juga mengungkapkan bahwa Ari Sihasale menyampaikan komitmennya untuk membawa dan menyuarakan kegiatan positif yang dilakukan masyarakat Timika hingga ke tingkat pusat.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di sini bisa didengar oleh para pejabat di Jakarta, sehingga ke depan mereka dapat memberikan perhatian lebih kepada Papua, khususnya Timika,” lanjut Joesoef.

Festival Imlek 2026 dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIT. Kegiatan pagi hari diawali dengan senam bersama, sementara siang hingga malam hari diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, serta aktivitas UMKM. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak hari pembukaan dan diharapkan terus berlanjut hingga hari penutupan.

Acara pembukaan festival secara resmi dibuka oleh Bupati Mimika dan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan dan atensi besar terhadap kegiatan masyarakat, khususnya dalam pengembangan budaya dan ekonomi kreatif di daerah.

Joesoef Kurniawan menambahkan bahwa Festival Imlek ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan besar yang berkelanjutan dan menjadi ikon daerah. Ia bahkan mengusulkan agar ke depan Timika memiliki agenda tahunan berskala besar seperti “Timika Fair”.

“Kalau di Jakarta ada Jakarta Fair setiap bulan Juni dalam rangka ulang tahun Jakarta, kenapa tidak Timika punya Timika Fair setiap tahun? Dengan adanya acara seperti ini, hiburan menjadi hidup, masyarakat terhibur, UMKM berkembang, dan roda ekonomi daerah bisa terus bergerak,” tuturnya.

Ia berharap Festival Imlek 2026 dapat menjadi contoh bagaimana keberagaman budaya di Timika dapat bersatu dan saling menguatkan, sekaligus menjadi sarana hiburan sehat bagi masyarakat dan motor penggerak ekonomi lokal. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....