Kasus Pria Meninggal Timika Tunggu Hasil Medis
- 29 Jan 2026 05:31 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, MIMIKA : Keluarga pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil pikap dengan nomor polisi PA 8508 MR di depan SPBU kawasan Kilometer 8, Kota Timika, Papua Tengah, meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian almarhum sebelum adanya hasil resmi dari pihak medis dan kepolisia, pada hari Rabu 28 Januari 2026.
Permintaan tersebut disampaikan pihak keluarga saat ditemui di kamar jenazah RSUD Mimika. Hingga kini, keluarga menyatakan belum menerima hasil otopsi terhadap jenazah korban.
Salah satu anggota keluarga korban, Domi, mengatakan berdasarkan keterangan dari tenaga medis, hasil pemeriksaan otopsi diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu minggu ke depan.
“Tadi keterangan dari pihak medis, hasil otopsi baru bisa diketahui setelah satu minggu,” ujar Domi.
Ia menjelaskan, keluarga pertama kali mengetahui kabar meninggalnya almarhum melalui informasi yang diterima secara terbatas. Almarhum diketahui jarang berinteraksi dengan keluarga besar, sehingga kabar duka tersebut baru menyebar setelah dipastikan korban telah meninggal dunia.

“Saya dapat informasi kalau Yanto meninggal di kawasan Kilometer 8 (kilo 8). Setelah itu saya langsung ke lokasi dan memastikan sendiri bahwa almarhum memang meninggal di dalam mobil,” ungkapnya.
Domi menambahkan, berdasarkan pengamatan langsung keluarga, kondisi korban saat ditemukan tidak menunjukkan hal yang mencurigakan. Almarhum ditemukan dalam posisi seperti sedang tidur di dalam mobil.
“Yang saya lihat sendiri, posisi almarhum seperti tidur di dalam mobil. Tidak seperti dugaan-dugaan yang berkembang di luar,” katanya.
Pihak keluarga juga membantah sejumlah informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa korban ditemukan di rumah atau lokasi lain. Menurut Domingo, informasi tersebut tidak benar dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia menegaskan, keluarga telah mengimbau kepada seluruh keluarga besar, baik yang berada di Timika maupun di kampung halaman, agar tidak menyimpulkan apa pun sebelum adanya hasil visum serta keterangan resmi dari pihak medis dan kepolisian.
“Sebelum ada hasil dari medis dan kepolisian, kami keluarga tidak boleh berspekulasi. Kita tunggu saja hasil resmi,” tegasnya.
Domi juga meminta media agar dalam pemberitaan tetap mengedepankan fakta dan tidak memuat dugaan-dugaan yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau terkait almarhum, kami keluarga sendiri tidak bisa berspekulasi yang macam-macam. Kita semua menunggu hasil dari medis dan kepolisian baru bisa tahu penyebab pastinya,” pungkasnya. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....