Pemerintah Dorong Partisipasi Pria dalam Program KB

  • 30 Sep 2026 21:30 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah mendorong peningkatan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB), seiring masih rendahnya jumlah peserta KB pria di Indonesia. Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025, peserta aktif KB pria baru mencapai sekitar 3,3 persen dari seluruh peserta KB modern.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam perencanaan keluarga masih lebih banyak dibebankan kepada perempuan. Pemerintah mendorong suami turut mengambil peran dalam menentukan dan mengatur jumlah anak.

"KB pria ini bagian dari negara hadir, pemerintah hadir, jangan sampai perempuan sebagai objek utama untuk mengatur (kelahiran anak), jangan dibebankan hanya kepada perempuan. Kita juga memberikan ruang kepada pria, karena berdasarkan data (Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025) peserta aktif KB pria baru sekitar 3,3 % (dari seluruh peserta KB modern), jadi sekitar 96,7% peserta KB perempuan," jelas Wihaji dalam keterangan tertulis dikutip 29 September.

Salah satu metode kontrasepsi yang dapat dipilih pria adalah vasektomi. Metode tersebut merupakan kontrasepsi permanen dengan cara memutus atau menutup saluran sperma atau vas deferens, sehingga sperma tidak dapat keluar bersama air mani saat ejakulasi.

Dokter Spesialis Andrologi dr. Ria Margiana menjelaskan, vasektomi dapat dilakukan oleh pria yang sudah yakin tidak ingin menambah anak lagi. Metode tersebut memiliki tingkat efektivitas mencapai 99,95 persen dalam mencegah kehamilan.

Selain memiliki efektivitas tinggi, vasektomi tidak memengaruhi kemampuan ereksi, gairah seksual, maupun produksi hormon testosteron. Dengan demikian, tindakan tersebut tidak ditujukan untuk menghilangkan fungsi seksual pria.

Keterlibatan suami sebagai akseptor KB juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi istri. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Indra Tarigan mengatakan, keterlibatan pria dalam penggunaan kontrasepsi dapat meningkatkan kepercayaan dan komunikasi dalam rumah tangga sekaligus membantu menjaga kesehatan ibu.

Indra juga membandingkan tindakan tubektomi pada perempuan atau Metode Operasi Wanita (MOW) dengan vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP). Menurutnya, kedua metode memiliki karakteristik tindakan medis yang berbeda.

"Pada tubektomi merupakan tindakan yang dilakukan dalam rongga perut dan membutuhkan jenis pembiusan tertentu. Sedangkan kalau kita bandingkan dengan vasektomi, ini merupakan tindakan pada saluran sperma yang di luar rongga perut yang seharusnya kalau hitung-hitungan secara medis, ini (vasektomi) jauh lebih minimal risiko yang terjadi dan jauh lebih gampang," jelas Indra.

Program vasektomi pada umumnya diselenggarakan secara gratis oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran di masing-masing daerah.

Calon akseptor yang ingin memperoleh informasi mengenai jadwal pelayanan dapat menghubungi kantor Dinas KB atau penyuluh KB maupun petugas lapangan KB di wilayah domisili.

Adapun sejumlah syarat calon akseptor vasektomi antara lain memiliki minimal dua anak, anak terkecil berusia minimal lima tahun, mendapat persetujuan dari istri, serta berusia minimal 35 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....