28 September, Menelusuri Sejarah Hari Kereta Api Nasional

  • 29 Sep 2026 12:33 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • Hari Kereta Api Nasional diperingati pada 28 September sebagai peringatan pengambilalihan perkeretaapian dari Jepang oleh pekerja kereta api Indonesia pada 1945 di Bandung.
  • Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai jauh sebelum kemerdekaan dengan pembangunan jalur kereta api pertama pada 1864 di Desa Kemijen, Semarang, oleh perusahaan swasta NISM.
  • Pemerintah Hindia Belanda membangun jaringan kereta api negara melalui Staatsspoorwegen (SS) pada 1875, yang berkontribusi pada pengembangan jaringan kereta api di nusantara.

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Kereta Api Nasional diperingati setiap 28 September. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa pengambilalihan perkeretaapian dari tangan Jepang oleh para pekerja kereta api Indonesia pada 28 September 1945. Menurut sejarah resmi PT Kereta Api Indonesia atau KAI, peristiwa di Bandung tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pengelolaan perkeretaapian oleh bangsa Indonesia.

Sejarah perkeretaapian Indonesia sendiri telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan. Jalur kereta api pertama dibangun pada 1864 di Desa Kemijen, Semarang, oleh perusahaan swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM. Jalur tersebut menjadi awal berkembangnya jaringan kereta api di Indonesia. Pada 1875, pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun jaringan kereta api negara melalui Staatsspoorwegen atau SS.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pengambilalihan aset-aset vital menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada 28 September 1945, ribuan pekerja kereta api bersama para pemuda mendatangi Balai Besar Kereta Api di Bandung. Setelah melalui proses pengambilalihan, bendera Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Beberapa hari kemudian, pada 30 September 1945, dibentuk Djawatan Kereta Api Republik Indonesia atau DKARI.

Perjalanan kelembagaan perkeretaapian kemudian mengalami berbagai perubahan. Pada 1950, Djawatan Kereta Api Republik Indonesia dan organisasi perkeretaapian peninggalan Belanda dilebur menjadi Djawatan Kereta Api atau DKA. Status perusahaan kemudian berubah menjadi PNKA pada 1963, PJKA pada 1971, Perumka pada 1991, hingga akhirnya menjadi PT Kereta Api Indonesia atau KAI pada era berikutnya.

Pada 28 September 2026, KAI memperingati HUT ke-81. KAI menggunakan semangat “Semakin Melayani” dalam peringatan tahun ini. Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81, KAI juga mengangkat tema “Wonderful Journey”, yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengangkat sejarah, warisan budaya, dan perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia.

Peringatan 2026 juga menjadi momentum untuk melihat transformasi layanan KAI. Perjalanan panjang perkeretaapian kini tidak hanya berkaitan dengan rel dan kereta, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi digital. KAI mencatat layanan perjalanan dan pembelian tiket semakin terintegrasi melalui aplikasi Access by KAI serta fasilitas digital seperti Face Recognition Boarding Gate.

Hari Kereta Api Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pekerja kereta api pada masa awal kemerdekaan sekaligus melihat perkembangan transportasi rel di Indonesia. Dari jalur pertama di Semarang pada abad ke-19 hingga layanan kereta api berbasis teknologi pada masa kini, perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah mobilitas dan konektivitas masyarakat Indonesia. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....