Garuda Indonesia Masih Kaji Rencana Merger dengan Pelita Air
- 31 Jul 2026 18:43 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Melansir dari Bloomberg Technoz, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyatakan rencana konsolidasi atau merger dengan Pelita Air masih berada pada tahap pembahasan. Hingga saat ini, perseroan belum menetapkan bentuk transaksi maupun waktu efektif pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H. Hutapea, mengatakan proses yang berlangsung saat ini masih berupa kajian intensif bersama pemegang saham dan berbagai pihak terkait. Menurutnya, seluruh tahapan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing sebelum keputusan akhir ditetapkan.
"Rencana aksi korporasi dimaksud saat ini berada dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Andreas dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 31 Juli 2026.
Andreas menjelaskan pembahasan tidak hanya mencakup skema konsolidasi, tetapi juga arah strategis perusahaan, struktur transaksi, tahapan pelaksanaan, hingga mekanisme yang akan digunakan. Perseroan terus berkoordinasi dengan pemegang saham dan para pemangku kepentingan agar setiap langkah yang diambil dapat mendukung penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group.
Garuda Indonesia juga belum mengungkapkan struktur kepemilikan Pelita Air apabila aksi korporasi tersebut terlaksana. Perseroan menyebut struktur pemegang saham setelah transaksi, termasuk perubahan pada entitas anak Garuda Indonesia, akan mengikuti bentuk transaksi yang nantinya disepakati melalui mekanisme persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perusahaan belum menghitung dampak merger terhadap operasional maupun kinerja keuangan. Analisis tersebut masih menjadi bagian dari kajian yang mempertimbangkan bentuk transaksi, waktu pelaksanaan, hingga perlakuan akuntansi sesuai standar yang berlaku.
"Perseroan tetap memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai rencana, sementara agenda transformasi terus dilaksanakan dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, kesiapan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Andreas.
Lebih lanjut, Andreas menambahkan pembahasan merger juga mencakup bentuk, skema, tahapan, jangka waktu, serta mekanisme pelaksanaan aksi korporasi. Keputusan akhir nantinya akan ditetapkan melalui mekanisme yang menjadi kewenangan pemegang saham, yakni PT Danantara Asset Management, bersama pihak-pihak terkait lainnya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....