Produk Laut Mimika Tampil di Ajang Nasional PENAS XVII 2026 Gorontalo

  • 24 Jun 2026 04:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Mimika - Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang berlangsung di Provinsi Gorontalo menjadi ajang strategis bagi pelaku sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta inovasi. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan” ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, pada hari selasa 23 juni 2026, ia mengatakan bahwa keikutsertaan Mimika dalam PENAS XVII bertujuan untuk membangkitkan semangat, tanggung jawab, dan kemandirian para pelaku utama pembangunan di sektor perikanan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan kapasitas bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan.

Ia menjelaskan bahwa fokus Dinas Perikanan Kabupaten Mimika dalam kegiatan tersebut adalah memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan perikanan. Melalui berbagai kegiatan yang digelar selama PENAS, peserta dapat memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha perikanan di daerah masing-masing.

Clemens menambahkan bahwa kehadiran kontingen Mimika tidak hanya terdiri dari aparatur pemerintah, tetapi juga melibatkan para pelaku usaha perikanan binaan. Mereka berasal dari tiga bidang utama, yakni perikanan tangkap, budidaya ikan, dan pengolahan hasil perikanan.

Menurutnya, para peserta diajak melihat langsung berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh kabupaten dan provinsi lain. Melalui kegiatan tersebut, mereka dapat mempelajari berbagai teknik pengolahan hasil perikanan yang bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan di Kabupaten Mimika.

Ia mencontohkan banyak produk olahan berbahan baku ikan, udang, maupun hasil laut lainnya yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Produk-produk tersebut menjadi inspirasi bagi pelaku usaha perikanan Mimika untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan secara lebih kreatif dan inovatif.

Sebagai tindak lanjut dari hasil yang diperoleh selama PENAS, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika berencana menyusun berbagai program pelatihan bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan. Program tersebut akan diusulkan dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2027 guna meningkatkan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan.

Dalam kegiatan PENAS XVII, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika juga mempromosikan sejumlah produk unggulan daerah. Produk yang dibawa antara lain udang banana beku, udang tiger beku, kepiting bakau beku, gelembung ikan, serta ikan filet yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi komoditas andalan daerah.

Clemens menyebutkan bahwa produk-produk tersebut dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar serta menjadi komoditas unggulan perikanan Kabupaten Mimika. Melalui ajang nasional ini, pihaknya berharap produk perikanan Mimika semakin dikenal luas dan mampu menarik minat pasar dari berbagai daerah.

Jumlah peserta yang diberangkatkan Kabupaten Mimika ke PENAS XVII mencapai 148 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 orang merupakan peserta yang terdiri dari petani binaan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), pelaku UMKM, perwakilan sektor perikanan, ketahanan pangan, serta para pendamping petani. Sementara Dinas Perikanan sendiri mengirimkan 23 orang.

Kontingen Mimika juga melibatkan unsur DTPHP, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, serta sejumlah pengurus Dekranasda Kabupaten Mimika. Rombongan dipimpin oleh Ketua Dekranasda Mimika, Susana Susi Herawati Rettob, bersama Wakil Ketua Perina Kemong.

PENAS XVII berlangsung mulai dari tanggal 20 hingga 25 Juni 2026 . Clemens berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu, pengalaman, serta inovasi yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan dalam pengembangan sektor perikanan dan ketahanan pangan di Kabupaten Mimika pada masa mendatang.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....