Harga Tiket Pesawat Global Terancam Naik Imbas Perang dan Avtur
- 25 Apr 2026 19:29 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Maskapai penerbangan global mulai menaikkan biaya bagasi dan kursi serta menurunkan proyeksi laba akibat tekanan harga bahan bakar jet (avtur) yang dipicu konflik geopolitik. Kondisi ini dilansir dari Bloomberg Technoz.
Sejumlah pelaku industri menilai sektor penerbangan kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Chief Commercial Officer United Airlines Holdings Inc., Andrew Nocella, bahkan menyebut industri ini berada di “wilayah yang belum dipetakan”.
Tekanan biaya avtur membuat maskapai mulai membebankan biaya tambahan kepada penumpang, termasuk kenaikan harga tiket, bagasi, dan pemilihan kursi.
CEO Southwest Airlines Co., Bob Jordan, menegaskan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik membuat arah industri sulit diprediksi, terutama terkait harga bahan bakar.
Sejumlah maskapai besar seperti American Airlines Group Inc. bahkan memperkirakan tambahan biaya bahan bakar hingga miliaran dolar yang kemungkinan besar akan dialihkan kepada konsumen.
Kenaikan harga tiket pesawat kini diperkirakan sudah mencapai 15 hingga 20 persen, dan berpotensi bertahan meski situasi global mulai mereda.
Selain itu, maskapai juga mulai mempertimbangkan pengurangan rute yang tidak menguntungkan serta menjajaki kerja sama strategis dengan pesaing untuk menjaga stabilitas bisnis.
Di sisi lain, Presiden Emirates, Tim Clark, tetap optimistis industri penerbangan akan pulih cepat setelah kondisi geopolitik membaik.
Meski permintaan perjalanan masih tergolong kuat menjelang musim liburan, tekanan biaya dan ketidakpastian global diperkirakan akan terus membayangi industri penerbangan dalam beberapa bulan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....