Pemerintah Pastikan Defisit APBN 2026 Terkendali Meski Minyak Sentuh 100 Dolar AS

  • 31 Mar 2026 21:12 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan tetap terkendali, meski harga minyak dunia diperkirakan bertahan di level 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, hal itu disampaikan Purbaya dalam Konferensi Pers mengenai Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global yang digelar secara daring, Selasa (31/3/2026).

"Hitungan kami, US$100/barel rerata sampai satu tahun pun, anggaran kita masih tetap berkesinambungan dan defisit masih terkendali," tegas Purbaya. Ia menambahkan, pemerintah tetap memiliki ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian global dan menjaga kondisi APBN agar tidak morat-marit.

Dalam konferensi pers yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan delapan kebijakan adaptif sebagai respons atas krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Salah satunya adalah penerapan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.

"Penerapan Work From Home kepada ASN di pusat dan daerah akan dilakukan setiap hari Jumat melalui Surat Edaran MenPAN-RB dan Kemendagri," jelas Airlangga. Aturan WFH untuk pekerja swasta juga akan diatur melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan menyesuaikan sektor dan lingkup kerja masing-masing.

Selain WFH, pemerintah menekankan efisiensi penggunaan kendaraan dinas, dengan target pengurangan hingga 50% kecuali untuk kendaraan operasional dan kendaraan listrik. ASN juga didorong untuk memanfaatkan transportasi publik. Efisiensi juga berlaku untuk perjalanan dinas, baik dalam negeri hingga 50% maupun luar negeri hingga 70%.

Airlangga menambahkan bahwa kebijakan WFH akan efektif diterapkan mulai 1 April 2026 dan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan, guna memastikan budaya kerja baru yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital dapat berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....