Bulog Serap Gabah Nasional Hingga Papua

  • 28 Jan 2026 01:16 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Perum Bulog memastikan penyerapan gabah di sejumlah sentra produksi nasional telah dimulai sejak awal tahun 2026, termasuk di wilayah Papua. Tahun ini, Bulog menargetkan penyerapan gabah mencapai 4 juta ton sebagai bagian dari upaya memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan melindungi petani di seluruh wilayah Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, penyerapan gabah dan beras dilakukan sebagai penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Proses ini telah berjalan di berbagai sentra produksi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyerapan gabah telah dilakukan sejak awal tahun untuk menjamin ketersediaan stok beras nasional.

“Sudah dilakukan sejak awal tahun. Kita pastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Senin 26 Januari 2026.

Pada tahun 2026, penyerapan gabah difokuskan pada hasil panen petani lokal dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Papua, Bulog mulai menyerap gabah dan beras petani sebagai bagian dari pemerataan penguatan stok nasional. Langkah ini menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya bertumpu pada wilayah barat, tetapi juga melibatkan daerah-daerah penghasil di timur Indonesia.

Sementara itu, di wilayah Sumatera dan Jawa, penyerapan dilakukan seiring masuknya masa panen awal tahun di sejumlah provinsi sentra produksi.

“Bulog optimistis pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....