Harga CPO Anjlok Usai Menguat Lima Hari Beruntun

  • 21 Nov 2025 11:54 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (20/11/2025). Penurunan ini mengakhiri reli penguatan harga yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, kontrak pengiriman Januari 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat melemah hingga ditutup pada level MYR 4.153 per ton. Angka tersebut setara dengan koreksi 1,73% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, harga CPO sempat terkerek 2,45% dalam lima hari perdagangan terakhir. Namun momentum positif itu langsung terpangkas oleh berbagai tekanan global yang menekan pasar minyak nabati.

Salah satu faktor terbesar datang dari kemerosotan harga minyak kedelai. Di bursa Dalian, Tiongkok, harga komoditas tersebut jatuh 1,84%, sementara di Chicago Board of Trade (AS) melemah 0,16%. Karena sifatnya yang saling substitusi, turunnya harga minyak kedelai membuat CPO kehilangan daya tarik sebagai alternatif.

Tekanan juga datang dari Amerika Serikat setelah pemerintah di bawah Presiden Donald Trump mempertimbangkan penundaan insentif impor bahan bakar nabati hingga dua tahun. Kebijakan tersebut diperkirakan mengurangi kebutuhan terhadap minyak nabati, termasuk minyak kedelai dan CPO.

Selain faktor eksternal, lesunya permintaan dari dua negara konsumen terbesar CPO, China dan India, juga memperberat pelemahan harga. Memasuki musim dingin, konsumsi CPO cenderung stagnan karena karakteristik minyak sawit yang mudah mengental pada temperatur rendah.

“Permintaan sepanjang November belum menunjukkan penguatan berarti. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa stok CPO dapat terus meningkat,” ujar Head of Trading and Hedging Strategies di Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar kini menanti data permintaan lebih lanjut sembari memantau kebijakan energi global yang dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak nabati dalam beberapa hari ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....