Dinkes Mimika Catat 117.910 Kasus Positif Malaria hingga September 2026
- 30 Sep 2026 23:16 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 1.085.347 pemeriksaan malaria telah dilakukan hingga pertengahan September 2026.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengatakan dari jumlah pemeriksaan tersebut ditemukan 117.910 kasus positif malaria.
"Kasus terbanyak masih ada di Wania, Pasar Sentral, dan Timika," ujar Kamaludin, pada Rabu 30 september 2026.
Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah pemeriksaan malaria tercatat sebanyak 1.299.815 pemeriksaan dengan 190.593 kasus positif.
Untuk menekan penularan malaria, Kamaludin mengimbau masyarakat Mimika melakukan pemeriksaan secara rutin sebanyak enam hingga tujuh kali dalam setahun.
"Masyarakat Mimika diimbau untuk melakukan pemeriksaan malaria enam sampai tujuh kali dalam setahun. Pemeriksaan ini gratis dan bisa dilakukan di posyandu maupun sekolah," katanya.
Menurutnya, pemeriksaan secara rutin diperlukan untuk menemukan penderita malaria lebih awal sehingga dapat segera diberikan pengobatan hingga sembuh.
"Kalau orang sakit malaria bisa kita temukan dan kita obati sampai sembuh, parasit dalam tubuh manusia di Mimika bisa dihabiskan. Jadi, ketika ada nyamuk, nyamuk tersebut tidak bisa memindahkan malaria ke orang lain," jelasnya.
Kamaludin juga meminta masyarakat tidak menolak pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan maupun kader di lingkungan tempat tinggal.
"Kalau ada petugas kesehatan atau kader yang melakukan pemeriksaan malaria, mohon diterima dan jangan ditolak," ujarnya.
Selain pemeriksaan, masyarakat diminta mengonsumsi obat malaria sesuai anjuran dan menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
"Kami minta masyarakat kalau sakit malaria, tolong minum obatnya sampai habis," tegasnya.
Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengatasi genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
"Kalau ada genangan air yang tersumbat, tolong dialirkan. Kita tidak akan mampu mengalirkan semua air yang ada di Timika, sehingga masyarakat juga harus ikut melakukannya," katanya.
Kamaludin menegaskan, pengendalian malaria membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, baik untuk melindungi diri sendiri maupun keluarga.
"Kalau kita mau menurunkan kasus malaria, masyarakat harus berpartisipasi aktif. Paling tidak untuk dirinya dan keluarganya, gunakan kelambu, minum obat sampai tuntas, periksa malaria, dan kalau ada genangan air ditimbun atau dialirkan," pungkasnya.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....