Hipertensi tanpa Gejala Tetap Membahayakan, Bisa Picu Stroke

  • 30 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderitanya tidak merasakan gejala. Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasa sakit atau mengalami keluhan tertentu. Padahal, jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk stroke.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 1,4 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun di dunia mengalami hipertensi pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 44 persen tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi.

Tidak Merasa Sakit Bukan Berarti Aman

Salah satu persoalan hipertensi adalah minimnya gejala. WHO menyebut sebagian besar orang dengan hipertensi tidak merasakan tanda khusus. Cara untuk mengetahui kondisi tersebut adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala.

Dalam jangka panjang, tekanan darah yang terus tinggi dapat memberikan tekanan berlebihan pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, dan stroke.

Hipertensi Merupakan Faktor Risiko Utama Stroke

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama stroke. Tekanan yang tinggi dapat merusak atau mempersempit pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Pada kondisi tertentu, pembuluh darah dapat tersumbat atau pecah sehingga aliran darah dan oksigen ke bagian otak terganggu.

Karena proses tersebut dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas sebelumnya, seseorang tidak seharusnya menunggu sakit kepala atau keluhan lain untuk mulai memeriksa tekanan darah.

Kenali Tanda Darurat Stroke

Stroke dapat muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kelemahan atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh; kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan; gangguan penglihatan; kehilangan keseimbangan; serta sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pertolongan medis harus segera dicari. Penanganan yang cepat dapat mengurangi risiko kerusakan otak akibat stroke.

Jangan Tunggu Gejala untuk Memeriksa Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah merupakan langkah sederhana untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi. WHO menyatakan hipertensi pada orang dewasa umumnya didiagnosis berdasarkan hasil pengukuran pada dua hari berbeda, dengan tekanan sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg.

Bagi orang yang sudah didiagnosis hipertensi, pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan, bila diperlukan, obat yang diresepkan tenaga kesehatan. Mengurangi konsumsi garam, aktif bergerak, menjaga berat badan, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran merupakan bagian dari upaya pengendalian hipertensi.

Hipertensi yang tidak menimbulkan keluhan tetap perlu diperhatikan. Dengan pemeriksaan rutin dan pengendalian tekanan darah, risiko komplikasi seperti stroke dapat dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....