Sejarah Hari Kontrasepsi Sedunia, Dimulai sejak 2007

  • 29 Sep 2026 12:19 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati setiap 26 September sebagai momen global untuk meningkatkan kesadaran tentang kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.
  • Kampanye ini pertama kali diluncurkan pada 26 September 2007 oleh organisasi-organisasi internasional yang fokus pada keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
  • Visi utama peringatan ini adalah memastikan setiap kehamilan merupakan kehamilan yang diinginkan dan direncanakan dengan dukungan informasi akurat bagi generasi muda.

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day diperingati setiap 26 September. Peringatan global ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai kontrasepsi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya akses terhadap informasi yang akurat. Kampanye ini memiliki visi agar setiap kehamilan merupakan kehamilan yang diinginkan dan direncanakan.

Hari Kontrasepsi Sedunia pertama kali diluncurkan pada 26 September 2007. Kampanye tersebut digagas oleh organisasi-organisasi internasional yang bergerak di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Misinya adalah meningkatkan pemahaman mengenai pilihan kontrasepsi sekaligus membantu masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan mengenai kesehatan reproduksi.

Gagasan tersebut berkembang dari kesadaran bahwa perencanaan keluarga berkaitan erat dengan kesehatan dan kesejahteraan. Dalam perkembangannya, berbagai organisasi internasional, lembaga pemerintah, organisasi nonpemerintah serta kelompok medis dan ilmiah turut mendukung kampanye Hari Kontrasepsi Sedunia. Peringatan ini kemudian menjadi bagian dari upaya global memperluas pengetahuan dan akses terhadap layanan kontrasepsi yang berkualitas.

Untuk 2026, sumber resmi World Contraception Day masih menempatkan visi “every pregnancy is wanted” atau setiap kehamilan diharapkan merupakan kehamilan yang diinginkan sebagai pusat kampanye. Sementara itu, UNFPA menekankan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan tidak bias serta akses terhadap pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Hingga 25 September 2026, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai slogan tema khusus WCD 2026.

Sejalan dengan perhatian tersebut, WHO pada September 2026 menerbitkan pedoman baru untuk memperluas pilihan kontrasepsi berbasis bukti. WHO menyebut perluasan pilihan bertujuan membantu masyarakat memperoleh metode yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi dan kondisi masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Informasi yang benar, layanan kesehatan yang berkualitas dan akses yang memadai menjadi unsur penting agar masyarakat dapat memahami pilihan yang tersedia serta memperoleh layanan sesuai kebutuhan melalui tenaga kesehatan. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....