Ambulans Tak Berfungsi, Dinkes Mimika Tanggapi Evakuasi Ibu Hamil di Agimuga

  • 11 Sep 2026 14:19 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Kerusakan ambulans Puskesmas Agimuga, Kabupaten Mimika, menyebabkan seorang ibu hamil harus dievakuasi menggunakan sepeda motor dinas milik oleh Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Agimuga, Pada Rabu, 9 September 2026.

Ibu hamil bernama Pangtias Mapayau tersebut diantar oleh Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Agimuga, Brigpol Muh Taufik Permana menggunakan sepeda motor menuju Bandara Agimuga. Dalam proses evakuasi, pasien didampingi tenaga kesehatan Agimuga dan suaminya.

Pangtias kemudian harus dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat atau RSMM di Timika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Bhabinkamtibmas Polsek Agimuga Brigpol Muh Taufik Permana mengevakuasi ibu hamil Pangrias Mapayau menggunakan motor dinas menuju Bandara Agimuga. (Foto:Istimewa)

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pemerintah daerah telah memberikan kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas.

Namun, menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi adalah masalah teknis dan perawatan kendaraan. Karena itu, keberadaan tenaga mekanik dinilai penting agar kendaraan operasional dapat terus digunakan.

"Masalahnya teknis. Jadi, kita harus punya tenaga mekanik sendiri, sehingga kendaraan operasional yang disediakan oleh pemerintah bisa terawat dengan baik," ujar Godfried saat diwawancarai, Pada Jumat, 11 September 2026.

Godfried mengatakan, dirinya sebelumnya telah melihat langsung kondisi ambulans di Agimuga setelah mendapat laporan dari pihak puskesmas. Dari hasil pengecekan, terdapat sejumlah kerusakan pada kendaraan yang membutuhkan perawatan.

"Saya beberapa waktu lalu memang sampai di sana. Mereka sudah laporkan kondisi ambulansnya seperti itu. Saya juga melihat ada beberapa kerusakan yang memang membutuhkan perawatan," katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Mimika juga melakukan pengadaan ambulans untuk sejumlah wilayah. Namun, kendaraan tersebut masih dalam proses dan nantinya akan disalurkan sesuai dengan peruntukannya.

Selain ambulans, Dinas Kesehatan juga memberikan kendaraan penunjang lainnya untuk membantu tenaga kesehatan dalam menjalankan pelayanan di luar gedung puskesmas.

Menurut Godfried, kebutuhan kendaraan operasional sangat dipengaruhi kondisi geografis suatu wilayah. Jarak antarkampung yang jauh dan keterbatasan akses jalan membuat sarana transportasi menjadi kebutuhan penting, terutama ketika masyarakat membutuhkan pelayanan maupun rujukan kesehatan.

"Jadi sebelum membuat pengadaan, kita lihat dulu kondisi lokasinya. Karena jarak tempuh antarkampung itu jauh, mereka membutuhkan transportasi ketika ada pasien. Kalau hanya menggunakan motor, tentu tidak selalu memungkinkan," jelasnya.

Godfried menambahkan, fasilitas ambulans dan kendaraan penunjang diberikan kepada puskesmas yang berada di wilayah dengan tantangan geografis dan akses transportasi. Puskesmas Agimuga menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang mendapatkan dukungan tersebut.

"Jadi puskesmas-puskesmas di daerah yang memiliki tantangan geografis diberikan fasilitas penunjang, supaya bisa melayani masyarakat ketika mereka sakit," pungkasnya.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....