Papua Tengah Dorong Inovasi PACE-MACE Cegah Stunting

  • 31 Jul 2026 21:24 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui inovasi berbasis komunitas bertajuk PACE-MACE (Papa CERDIK, Mama CERDAS). Program ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan KOHARUSEHAT yang dipresentasikan pada Leimena Conference 2026 di Jakarta pada 27 hingga 29 Juli 2026.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab keterbatasan layanan kesehatan di wilayah pedalaman yang masih sulit dijangkau pembangunan fasilitas kesehatan secara merata. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, pemerintah melibatkan kader Dasawisma PKK, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat sebagai penggerak pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.

Mereka bertugas melakukan pemantauan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah sehingga masyarakat tetap memperoleh edukasi kesehatan, pemantauan ibu dan anak, hingga deteksi dini berbagai masalah kesehatan tanpa harus menunggu keberadaan fasilitas kesehatan permanen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus mengatakan keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah.

"Kesehatan tidak bisa berjuang sendirian. Kami menggalang kolaborasi agar nakes dan kader mendapat perumahan layak bersanitasi dari Dinas PU, Solar Cell dari ESDM dan akses internet Starlink dari Kominfo," ujar dr. Agus.

Selain penguatan pelayanan, pemerintah juga mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan melalui usulan skema tunjangan profesi berbasis sertifikasi yang didanai APBN. Menurutnya, kesejahteraan tenaga kesehatan di daerah terpencil perlu didasarkan pada kompetensi dan pengabdian, bukan jumlah penduduk yang dilayani.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memperkuat upaya pencegahan stunting melalui bantuan tunai sebesar Rp350.000 per bulan bagi setiap anak usia nol hingga empat tahun sebagai dukungan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Menutup paparannya, dr. Agus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat Papua Tengah.

"Langkah kecil untuk deteksi dini, adalah lompatan besar untuk masa depan. Bersama ILP dan inovasi tanpa henti, kita wujudkan Papua Tengah Sehat, Produktif, dan Berdaya Saing. Ko Harus Sehat," kata dr. Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....