Papua Tengah Dorong Pemerataan tenaga Kesehatan hingga Pelosok
- 17 Jun 2026 18:26 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Pendampingan Perhitungan Rencana Pemenuhan Tenaga Kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini bertujuan menyusun kebutuhan tenaga kesehatan secara akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan di sektor kesehatan.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Kristianus Tebai, mengatakan Papua Tengah masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan yang cukup besar, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Berdasarkan hasil pendataan, Papua Tengah masih kekurangan sekitar 391 tenaga kesehatan dari berbagai profesi.
Menurutnya, kebutuhan tersebut meliputi tenaga gizi, dokter, dokter gigi, terapis gigi dan mulut, promosi kesehatan, farmasi, sanitasi lingkungan, hingga analis teknologi laboratorium medis (ATLM). Kondisi serupa juga masih ditemukan di Kabupaten Mimika, sehingga diperlukan perencanaan yang matang untuk memenuhi kebutuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang masih kurang di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus mendorong pemerataan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis. Saat ini pemerintah provinsi sedang melakukan pendataan tenaga medis yang berminat melanjutkan pendidikan spesialis guna mendukung pemerataan layanan kesehatan di 15 rumah sakit yang tersebar di Papua Tengah.
Kristianus mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pemerataan tenaga kesehatan masih terjadi di daerah konflik dan wilayah terpencil seperti Intan Jaya dan Puncak Jaya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah provinsi berupaya memberikan kesempatan pendidikan kepada putra-putri asli Papua agar nantinya dapat kembali mengabdi di daerah asal mereka.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Herry Onawame, yang hadir mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob sekaligus membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas dukungan dan pendampingan yang terus diberikan kepada pemerintah daerah dalam penguatan pembangunan kesehatan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Mimika yang dibacakannya, disebutkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Namun, tantangan geografis Kabupaten Mimika yang mencakup wilayah perkotaan, pesisir, pegunungan, hingga daerah terpencil menuntut perencanaan tenaga kesehatan yang tepat, terukur, dan berbasis data yang valid.
Bupati juga menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan tenaga kesehatan dengan kondisi riil di lapangan, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Karena itu, kegiatan pendampingan ini dinilai penting untuk memastikan proses perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan dilakukan secara sistematis sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Melalui aplikasi Rencana Kebutuhan Tenaga Kesehatan, pemerintah daerah diharapkan mampu melakukan perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan secara objektif berdasarkan analisis beban kerja dan standar pelayanan. Hasil perhitungan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengadaan, pemerataan, distribusi, serta pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap kegiatan ini menghasilkan data kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang merata hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Mimika.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....