Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Musim Kemarau
- 29 Jul 2026 22:24 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pertengahan Tahun 2026 sejumlah daerah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada beberapa daerah di Indonesia, puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus dan September 2026.
Musim kemarau yang berkepanjangan disertai berkurangnya intensitas curah hujan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk pada anak. Anak-anak lebih rentan terhadap paparan cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan yang terjadi dibandingkan orang dewasa. Peningkatan konsentrasi debu dan partikel polutan di udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak.
Sistem pernapasannya masih tahap perkembangan dan lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Paparan debu berlebih tidak hanya menyebabkan iritasi ringan, tetapi juga dapat memperburuk penyakit seperti asma, bronkitis, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Melansir dari lama Rumah Sakit Pusat Pertamina (rspp.co.id ), Langkah paling kuat adalah pencegahan dan modifikasi lingkungan, yakni ciptakan zona bebas debu di dalam rumah. Gunakan alat pembersih udara (air purifier) dengan filter HEPA. Tempatkan di kamar tidur anak, terutama saat tidur malam. Lap permukaan permukaan lantai dengan kain basah (bukan disapu kering) minimal 2 kali sehari, ini dapat menjebak debu, bukan menyebarkannya.
Vakum karpet dan dan sofa secara rutin, atau lebih baik gulung karpet sementara selama musim kemarau. Jangan mengibaskan debu di dalam rumah, lebih baik bersihkan teras luar dengan sapu basah. Hindari bermain di luar rumah pada pukul 10.00 - 15.00 karena angin biasanya lebih kencang dan debu beterbangan. Kenakan masker dengan filtrasi yang pas di wajah (masker KN95 untuk anak usia di atas 2 tahun yang bisa melepasnya sendiri).
Setiap selesai bermain di luar cuci tangan, muka dan bilas hidung dengan semprot saline (NaCl 0,9%) . Udara kemarau yang kering membuat debu lebih mudah melayang. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan 40-60% di ruang tidur. Alternatif yang murah, Letakkan baskom berisi air di sudut ruangan atau jemur handuk basah (tidak terlalu basah) di dalam ruangan.
Perkuat daya tahan tubuh anak dari dalam, cukupi kebutuhan cairan karena debu mengiritasi saluran napas dan hidrasi membantu lendir tetap encer sehingga lebih mudah dikeluarkan. Perbanyak buah kaya vitamin C (jambu, jeruk, kiwi) dan sayuran hijau. Hindari gula berlebih yang menekan sistem imun. Anak yang kurang tidur lebih rentan terhadap iritasi saluran napas.
Beberapa langkah tersebut dapat dilakukan orang tua di rumah, agar anak diharapkan terhindar dari kemungkinan sakit akibat musim kemarau, namun ketika anak menunjukkan gejala-gejala sakit, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan informasi dan pengobatan secara medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....