Puskesmas Limau Asri Dorong Lansia Tetap Sehat dan Bahagia

  • 03 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Menjalani masa lanjut usia bukan hanya soal menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memastikan para lansia tetap merasa bahagia, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk bersosialisasi. Hal inilah yang mendorong Puskesmas Limau Asri, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, menghadirkan inovasi “Lansia Bahagia”, Kamis 3 September 2026.

Kepala Puskesmas Limau Asri Distrik Iwaka, Maria Yosinta Rahangiar mengatakan, program tersebut dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan bagi para lansia.

Melalui program tersebut, Puskesmas Limau Asri akan menggelar kegiatan untuk lansia sebanyak dua kali dalam sebulan. Pada minggu pertama, kegiatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan, sedangkan pada akhir bulan diisi dengan kegiatan yang bersifat rekreatif dan membangun kebersamaan.

“Yang kami buat ini inovasi Lansia Bahagia. Setiap bulan dua kali kami akan datangi lansia-lansia. Kita mendatangi mereka untuk sama-sama happy di Puskesmas. Yang penting lansia bahagia,” kata Maria.

Ia menjelaskan, kegiatan tidak hanya dilakukan di lingkungan Puskesmas. Apabila para lansia menginginkan kegiatan di luar, pihaknya siap mengajak mereka untuk melakukan aktivitas bersama.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Limau Asri juga memberikan kemudahan bagi lansia yang mengalami kesulitan untuk datang ke lokasi kegiatan. Puskesmas menyediakan nomor yang dapat dihubungi kapan saja, termasuk untuk kebutuhan antar-jemput.

“Kalau mereka mau ke mana, kasih tahu, kita jalan. Kalau sakit atau mau diantar jemput, telepon kami. Kami pergi ambil dan kami antar,” ujarnya.

Program tersebut mulai berjalan sejak 14 Agustus 2026 dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Dalam pelaksanaan awal, jumlah lansia yang mengikuti kegiatan tercatat lebih dari 50 orang.

Menurut Maria, program Lansia Bahagia penting karena memasuki usia lanjut, seseorang dapat menghadapi berbagai persoalan, baik terkait kesehatan maupun kondisi keluarga. Kesibukan anak dan cucu juga terkadang membuat lansia lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

Karena itu, kegiatan bersama menjadi kesempatan bagi para lansia untuk bertemu, bertukar pikiran, bercerita, dan saling memberikan semangat.

“Kita di usia begini banyak problem, banyak masalah. Dengan datang ini kita saling ceritakan, tukar pikiran dengan teman-teman lain,” ungkap Maria.

Berbagai kegiatan disiapkan dalam program tersebut. Selain mendapatkan penyuluhan dari dokter, para lansia diajak bernyanyi, bergerak dan bergoyang bersama. Aktivitas sederhana itu diharapkan dapat membuat para lansia lebih bersemangat dan tidak merasa kesepian.

Maria juga mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Menurutnya, kasih sayang dan perhatian kepada orang tua tidak boleh hanya diukur dari jumlah anak yang dimiliki.

“Sepuluh anak, ibu bisa melayani. Tetapi sepuluh anak belum tentu bisa melayani satu ibu,” katanya.

Ia berharap program Lansia Bahagia dapat terus berjalan dan menjangkau semakin banyak lansia di Distrik Iwaka. Tidak hanya sehat secara fisik, para lansia juga diharapkan memiliki kehidupan yang aktif, bahagia, dan tetap merasa diperhatikan oleh keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Harapan saya, kita sebagai orang tua ke depannya harus lebih happy. Kita bahagiakan diri kita di usia lanjut. Kita harus bahagia supaya kita punya umur lebih panjang,” pungkasnya.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....