Ratusan Kasus Penyakit Ditemukan di Kampung Bawei, Dinkes: Malaria Paling Dominan
- 24 Jun 2026 12:49 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Polres Nabire bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire menggelar pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kampung Bawei dan Kampung Yeretuar, Distrik Teluk Umar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti kesehatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang diperingati setiap 1 Juli.
Hasil pemeriksaan kesehatan di Kampung Bawei mengungkap masih tingginya angka penyakit menular dan tidak menular di wilayah tersebut. Dari hasil pemeriksaan terhadap warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire menemukan 134 kasus penyakit, dengan malaria menjadi kasus terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep.Ns., M.Kes, mengatakan tingginya kasus malaria dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang masih kurang sehat serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan investigasi kami, kasus penyakit malaria merupakan yang paling banyak ditemukan di Kampung Bawei. Penyebab utamanya adalah kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai sehingga angka penularannya cukup tinggi," ujarnya.
Silas menjelaskan, kondisi geografis Kampung Bawei yang masih dipenuhi pepohonan lebat, semak, dan rumput menyebabkan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi tersebut menjadi habitat yang ideal bagi nyamuk penyebab malaria untuk berkembang biak.
Kelompok yang paling banyak terpapar malaria meliputi anak-anak, bayi, balita, pelajar, ibu hamil hingga lanjut usia.
Sebagai langkah penanganan, tim kesehatan melakukan pemeriksaan malaria menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) serta memberikan terapi awal kepada warga yang terkonfirmasi positif. Selanjutnya, pasien akan menjalani evaluasi dan pengobatan lanjutan di Puskesmas Bawei setelah 14 hari.
Selain malaria, petugas juga menemukan sejumlah penyakit lain, seperti gastritis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asam urat, kolesterol tinggi, dan beberapa penyakit lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Hamzah, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah ISPA dan malaria.
"Pengobatan yang kami lakukan meliputi rapid test malaria serta pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Dari hasil rapid test, penderita malaria paling banyak berasal dari kalangan anak usia sekolah, dan jumlahnya 40 kasus sedangkan ISPA sebanyak 51 temuan kasus," jelasnya.
Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polres Nabire bersama Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....