KPA PT Butuh Dukungan Pemuka Agama untuk Bersama Mencegah HIV/AIDS

  • 09 Jun 2026 10:34 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Dukungan pemuka agama, tokoh pemudah, satuan pendidkan sangat diharapkan menjadi garda terdepan dalam memerangi HIV/AIDS di Papua Tengah

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah, Freny Anouw, S.IP., dalam keterangan Senin 8 Juni 2026. menegasakan bahwa, tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda di Papua tengah diharapkan menjadi garda terdepan dalam memerangi HIV/AIDS dengan cara memberikan edukasi yang benar, menekan stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta mendorong untuk mengakses pengobatan medis seperti terapi Antiretroviral (ARV).

“Kita ketahui bersama bahwa HIV/AIDS di Papua Tengah terus meningkat ibarat gunung es, untuk itu peran para pemuka agama, toko pemuda dan pihak lainnya sangat krusial dalam meningkatkan kesadaran umat, teru tama generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Sementara itu KPA Papua Tengah lanjut kata Freny Anouw, juga telah mengambil langkah konkret terkait penanganan HIV/AIDS dengan fokus pada edukasi masif, penyusunan kurikulum muatan local.

“Penyusunan modul edukasi bahaya HIV/AIDS dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, yang akan di laksanakan bulan Juni-Juli , sosialisasi intensif, melaui tempat –tempat ibadah serta penanganan akar masalah seperti dampak miras dan tempat hiburan di tengah masyarakat yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Ia menjelasakan bahwa, Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal: KPA Papua Tengah bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyusun modul pembelajaran bahaya HIV/AIDS untuk disematkan dalam kurikulum sekolah dan universitas.

Pada kesempatan itu Ia pun mengajak seluruh masyarakat di Papua Tengah, untuk bersama-sama memerangi penyakit menular tersebut, dengan mengaja pola hidup yang baik, hidup saling setia, tidak berganti-ganti pasangan, dan rutin memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan terdekat.

“Sosialisasi dan Edukasi Intensif KPA akan melakukan sosialisasi langsung ke sekolah, kampus, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, didorong oleh tingginya kasus yang tercatat,” ungkapnya.

Keterlibatan tokoh agama sangat krusial dalam merespons situasi darurat kesehatan di Papua Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....