Layanan HIV Nabire Masih Terkonsentrasi di 16 Puskesmas

  • 01 Des 2025 20:47 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Keterbatasan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire. Hingga saat ini, dari total 32 puskesmas yang ada, baru 16 fasilitas layanan kesehatan yang mampu memberikan layanan terapi secara lengkap.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Nabire, Alfred Lambey, menjelaskan puskesmas yang belum memiliki layanan lengkap tetap dapat melakukan deteksi awal terhadap pasien HIV. Selanjutnya, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang telah menyediakan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

“Kalau pasien sudah terdiagnosis HIV di puskesmas yang belum memiliki layanan lengkap, maka akan dirujuk ke 16 layanan PDP yang tersedia, termasuk rumah sakit dan satu klinik,” ungkap Alfred Lambey kepada tim LPP RRI Nabire, Senin (1/12/2025).

Ia menegaskan, obat untuk penderita HIV berupa antiretroviral (ARV) disediakan secara gratis oleh Kementerian Kesehatan. Namun, pemberian obat tersebut hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah memenuhi standar pencatatan, pelaporan, serta kelengkapan tenaga medis.

“Obat ARV disediakan gratis oleh Kementerian Kesehatan. Tapi hanya bisa diberikan di layanan yang sistem pencatatan dan pelaporannya berjalan baik agar ketersediaan obat tetap terjamin,” jelasnya.

Melalui sistem rujukan yang telah berjalan, diharapkan seluruh pasien HIV di Nabire tetap memperoleh akses pengobatan yang berkesinambungan meskipun belum semua puskesmas mampu memberikan layanan terapi secara langsung.

Ia juga kembali menekankan pentingnya pemahaman masyarakat bahwa terapi HIV bersifat jangka panjang dan harus dijalani secara disiplin agar kualitas hidup ODHIV tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....