Geografi dan Stigma Hambat Penanganan HIV di Nabire

  • 01 Des 2025 20:41 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2025 menjadi momentum penting untuk kembali menyoroti tantangan penanganan HIV di Kabupaten Nabire. Letak geografis yang luas dengan karakter wilayah yang beragam menjadi salah satu hambatan utama dalam pengendalian penyakit ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Nabire, Alfred Lambey, mengatakan saat ini Nabire memiliki 32 puskesmas yang tersebar mulai dari wilayah dalam kota, pesisir, hingga daerah pegunungan. Namun, belum seluruh puskesmas tersebut mampu memberikan layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan bagi pasien HIV.

“Kendala terbesar dalam penanganan HIV di Nabire adalah faktor geografis dan keterjangkauan pelayanan. Dari 32 puskesmas, belum semuanya bisa melaksanakan layanan perawatan dan terapi karena keterbatasan tenaga dokter, farmasi, serta tenaga laboratorium,” ujar Alfred Lambey yang dihubungi melalui telepon oleh tim LPP RRI Nabire, Senin (1/12/2025).

Selain kendala akses layanan, stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) juga masih menjadi tantangan besar. Menurutnya, masih ada sebagian pasien yang takut membuka status kesehatan mereka karena khawatir mendapat penolakan dari lingkungan sekitar.

“Stigma masih menjadi tantangan besar. Banyak yang takut membuka status sehingga ini mempengaruhi pengobatan. Padahal dengan pengobatan rutin, ODHA bisa hidup sehat dan produktif,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari AIDS Sedunia ini, Dinas Kesehatan Nabire terus mendorong edukasi publik secara berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa HIV bukanlah akhir dari segalanya, melainkan penyakit yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang disiplin dan dukungan sosial yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....