Musim Hujan Tingkatkan Risiko Malaria, Warga Diminta Waspada

  • 24 Nov 2025 20:33 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Datangnya musim hujan di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Nabire, kembali menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan. Meski hujan membawa udara yang lebih sejuk bagi masyarakat, kondisi ini juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor, terutama malaria.

Musim hujan identik dengan peningkatan genangan air dan kelembapan tinggi, dua faktor yang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles, vektor utama penyebab malaria. Kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan terpapar, khususnya di daerah dengan sanitasi yang belum stabil.

Penyebab Utama Penularan Malaria

Dilansir dari laman Economic Times, penularan malaria terjadi ketika nyamuk Anopheles yang membawa parasit menggigit manusia. Nyamuk sebelumnya terinfeksi setelah menggigit penderita malaria, kemudian menularkan parasit melalui aliran darah orang lain. Tercatat ada lima jenis parasit Plasmodium yang dapat menginfeksi manusia, antara lain Plasmodium falciparum, P. vivax, P. malariae, P. ovale, dan P. knowlesi. Dari jumlah tersebut, P. falciparum merupakan jenis paling berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal organ, kejang, hingga koma. Sementara itu, P. vivax dan P. ovale dapat bertahan dalam kondisi dorman di hati dan memicu kekambuhan berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah infeksi pertama.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dinas Kesehatan Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk memperhatikan gejala malaria yang sering kali menyerupai flu, seperti:

1. Demam disertai keringat berlebih

2. Menggigil

3. Sakit kepala berat

4. Nyeri tubuh

5. Mual, muntah, atau diare

Jika gejala tersebut muncul, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani lebih cepat.

Imbauan Pencegahan kepada Masyarakat

Untuk menekan penyebaran malaria di musim hujan, masyarakat di Nabire diminta melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

1. Menggunakan obat anti-nyamuk dengan kandungan DEET 20–35%

2. Memakai pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari

3. Tidur menggunakan kelambu, terutama di rumah yang belum memiliki ventilasi berlapis jaring

4. Mengoleskan atau menyemprotkan insektisida permetrin pada kelambu atau pakaian

5. Menyemprot kamar tidur dengan bahan insektisida seperti piretrin sebelum digunakan

6. Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah

Dinas Kesehatan juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin, baik oleh masyarakat maupun pemerintah kampung, mengingat malaria masih menjadi salah satu penyakit endemis di Nabire dan Papua Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....