Kenapa Musim Bisa Berbeda di Berbagai Belahan Dunia?

  • 30 Mei 2025 20:52 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Mungkin kamu pernah bertanya, kenapa saat di Indonesia sedang musim hujan, di Eropa justru salju turun? Atau kenapa saat Australia menikmati musim panas, Amerika Serikat justru diselimuti salju? Jawabannya adalah terletak pada posisi bumi terhadap matahari dan bagaimana bumi bergerak.

1. Bumi Miring pada Porosnya

Apakah kamu tahu bumi tidak berdiri tegak saat mengelilingi matahari? Sumbu rotasi bumi miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini menyebabkan setiap belahan bumi (utara dan selatan) menerima jumlah cahaya matahari yang berbeda sepanjang tahun. Misalnya, saat belahan bumi utara miring ke arah matahari maka wilayah seperti Eropa dan Amerika Utara mengalami musim panas. Sementara itu, belahan bumi selatan (contohnya Australia dan Selandia Baru) justru miring menjauh dan akan mengalami musim dingin.

Jadi, kemiringan inilah penyebab utama perbedaan musim.

2. Pergerakan Revolusi Bumi

Selain berputar pada porosnya (rotasi), bumi juga mengelilingi matahari dalam lintasan elips selama sekitar 365¼ hari (revolusi). Karena revolusi dan kemiringan sumbu itu terjadi bersamaan, setiap wilayah bumi mendapatkan intensitas cahaya dan panas matahari yang berbeda sepanjang tahun.

Hasilnya, terbentuk 4 musim di daerah subtropis dan sedang:

•Musim semi (spring)

•Musim panas (summer)

•Musim gugur (autumn/fall)

•Musim dingin (winter)

Contohnya di belahan bumi utara (misalnya Jepang, Eropa, Amerika Utara), musim panas biasanya terjadi sekitar Juni–Agustus. Sedangkan di belahan bumi selatan (misalnya Australia, Argentina), musim panas terjadi sekitar Desember–Februari.

3. Tidak Semua Wilayah Punya 4 Musim

Negara-negara yang terletak di sekitar garis khatulistiwa (ekuator), seperti Indonesia, Brasil, dan Kongo, tidak mengalami 4 musim. Mereka cenderung hanya punya 2 musim utama yaitu musim hujan dan musim kemarau. Ini terjadi karena wilayah tropis selalu mendapat sinar matahari relatif merata sepanjang tahun, tanpa perbedaan ekstrem seperti di daerah yang lebih jauh dari ekuator.

Fun Fact:

•Ketika di London terjadi musim dingin, di Sydney justru sedang musim panas.

•Kutub Utara dan Kutub Selatan memiliki siang dan malam yang ekstrem, bisa berlangsung berbulan-bulan.

Musim berbeda di berbagai belahan dunia karena bumi miring saat mengelilingi matahari. Kemiringan inilah yang menyebabkan intensitas cahaya matahari tidak merata, sehingga menciptakan musim yang berbeda-beda tergantung lokasi dan waktu dalam setahun. Daerah dekat ekuator hanya mengalami dua musim karena selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....