25 Juli, Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia dan Sejarah Penetapannya
- 26 Jul 2026 21:39 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia diperingati setiap 25 Juli sebagai momentum peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tenggelam di perairan.
- Hari internasional ini ditetapkan melalui Resolusi A/RES/75/273 oleh Majelis Umum PBB yang diadopsi pada 28 April 2021.
- Tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kematian yang sebenarnya dapat dicegah melalui langkah-langkah nyata dan tindakan global.
RRI.CO.ID, Nabire - Setiap 25 Juli, dunia memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia (World Drowning Prevention Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tenggelam sekaligus mendorong langkah-langkah nyata dalam mencegah kematian akibat insiden di perairan.
Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi A/RES/75/273 tentang Global Drowning Prevention yang diadopsi pada 28 April 2021. Resolusi tersebut menetapkan 25 Juli sebagai hari peringatan internasional yang diperingati setiap tahun untuk menggalang aksi global dalam mencegah tenggelam, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian yang sebenarnya dapat dicegah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun sekitar 236.000 hingga lebih dari 300.000 orang meninggal akibat tenggelam di seluruh dunia. Sebagian besar kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sementara anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan. WHO juga mencatat bahwa tenggelam termasuk dalam sepuluh penyebab utama kematian bagi anak usia 5 hingga 14 tahun secara global.
Melalui peringatan ini, PBB dan WHO mengajak seluruh negara memperkuat berbagai upaya pencegahan, seperti meningkatkan kemampuan berenang dan keselamatan di air, memasang pembatas di area perairan yang berisiko, menyediakan pelampung dan perlengkapan keselamatan, memperkuat sistem penyelamatan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tenggelam.
Untuk Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia 2026, WHO mengusung tema resmi "Unite to Turn the Tide". Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, hingga keluarga, untuk bersatu menekan angka kematian akibat tenggelam dengan memperkuat budaya keselamatan di setiap aktivitas yang berkaitan dengan air. Kampanye tersebut juga mendukung Strategi Global Pencegahan Tenggelam, yang menargetkan penurunan angka kematian akibat tenggelam sebesar 35 persen pada tahun 2035.
Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau, sungai, dan kawasan pesisir, peringatan ini memiliki makna yang sangat penting. Edukasi mengenai keselamatan di laut, sungai, danau, kolam renang, maupun lokasi wisata air perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memahami risiko serta mampu mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap nyawa dapat diselamatkan melalui kesadaran, pendidikan, dan kolaborasi semua pihak. Dengan membangun budaya keselamatan di air, diharapkan angka kematian akibat tenggelam dapat terus ditekan dan masyarakat dapat beraktivitas di perairan dengan lebih aman. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....