Blokade Hormuz Dorong Harga Avtur Asia ke Rekor Tertinggi
- 30 Mar 2026 19:14 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Lonjakan harga bahan bakar jet di Asia akibat blokade Selat Hormuz tidak hanya mengganggu penerbangan, tetapi juga menimbulkan tekanan ekonomi yang luas bagi industri transportasi dan konsumen.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, sebagian besar maskapai harus membatalkan penerbangan tidak menguntungkan dan menaikkan tarif, sementara kilang di Asia mengurangi produksi karena kekurangan minyak mentah dari Timur Tengah.
“Ketika Anda melihat lonjakan tiba-tiba, itu merupakan tantangan besar. Maskapai harus meneruskan hal itu kepada konsumen dalam bentuk tarif yang lebih tinggi. Itu tak terhindarkan,” kata Willie Walsh, direktur jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional, menyoroti dampak langsung terhadap ekonomi dan biaya perjalanan.
Permintaan avtur global mencapai 7,8 juta barel per hari, termasuk minyak tanah, dan penutupan Hormuz menghentikan sebagian besar pengiriman. Negara-negara anggota IEA berupaya melepas cadangan minyak, namun hanya sebagian kecil akan dialokasikan untuk sektor penerbangan.
Di Asia Tenggara, pemerintah mengambil langkah defensif. Filipina mengamankan pasokan hingga akhir Juni, Vietnam membatasi penerbangan, sementara Korea Selatan mempertimbangkan untuk mengalihkan bahan bakar ekspor ke pasar domestik.
Krisis ini memperlihatkan bagaimana ketergantungan rantai pasok global terhadap jalur vital seperti Selat Hormuz dapat memicu gejolak ekonomi besar, memengaruhi harga energi dan layanan transportasi internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....