Pipa Minyak Saudi Jadi Penopang saat Hormuz Terganggu
- 30 Mar 2026 03:16 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Arab Saudi mengoperasikan pipa minyak strategis yang membentang dari timur ke barat pada kapasitas penuh sebesar 7 juta barel per hari, sebagai langkah menjaga pasokan energi global di tengah terganggunya Selat Hormuz.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, optimalisasi pipa ini menjadi bagian dari rencana darurat jangka panjang kerajaan untuk memastikan distribusi minyak tetap berjalan meski jalur utama ekspor melalui Hormuz terhambat akibat konflik kawasan.
Armada kapal tanker kini dialihkan ke pelabuhan Laut Merah di Yanbu untuk mengangkut minyak mentah. Langkah ini menjadi jalur alternatif penting bagi distribusi energi global yang sebelumnya sangat bergantung pada Selat Hormuz.
“Pipa minyak strategis Arab Saudi kini beroperasi pada kapasitas penuh sebesar 7 juta barel per hari,” ujar sumber yang mengetahui kondisi tersebut.
Dari total kapasitas tersebut, sekitar 5 juta barel per hari diekspor melalui Yanbu, sementara 2 juta barel lainnya dialokasikan untuk kebutuhan kilang domestik. Selain itu, Arab Saudi juga mengekspor produk olahan antara 700.000 hingga 900.000 barel per hari.
Meski menjadi solusi penting, jalur alternatif ini hanya mampu menggantikan sebagian dari pasokan yang sebelumnya mencapai sekitar 15 juta barel per hari melalui Selat Hormuz sebelum konflik terjadi.
Namun demikian, keberadaan pipa ini dinilai berhasil menahan lonjakan harga minyak agar tidak mencapai tingkat krisis seperti pada gangguan pasokan sebelumnya.
Di sisi lain, kekhawatiran baru muncul seiring potensi meluasnya konflik ke Laut Merah, terutama setelah kelompok Houthi di Yaman menyatakan keterlibatannya. Hal ini meningkatkan risiko terhadap jalur distribusi energi global yang tersisa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....