Lalu Lintas Hormuz Turun, Krisis Energi Kian Terasa

  • 30 Mar 2026 01:33 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami penurunan tajam sejak konflik Iran memanas, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, data pelacakan kapal menunjukkan hanya enam kapal—terdiri dari empat kapal kargo curah dan dua kapal LPG—yang melintasi jalur tersebut pada Kamis pekan ini.

Dalam tujuh hari terakhir, tercatat hanya 39 kapal yang melintas, jauh di bawah rata-rata hampir 60 kapal per hari sepanjang 2025.

Penurunan ini terjadi meskipun Iran berupaya menerapkan sistem pungutan tol hingga US$2 juta per pelayaran guna mengatur lalu lintas kapal di jalur tersebut.

Situasi ini diperparah dengan adanya pembatasan bagi kapal dari negara tertentu, sehingga menghambat distribusi minyak mentah dan gas secara global.

Akibatnya, pasokan energi dunia terganggu, memicu lonjakan harga bahan bakar serta memaksa sejumlah negara produsen mengurangi produksi minyak hingga jutaan barel per hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial dalam perekonomian global, di mana setiap gangguan kecil dapat berdampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....