Krisis Avtur di Asia Ancam Jadwal Penerbangan
- 30 Mar 2026 03:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Krisis pasokan bahan bakar jet atau avtur di Asia terus memburuk akibat blokade Selat Hormuz, memicu pembatalan penerbangan dan kenaikan tarif di kawasan.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, maskapai dari Vietnam hingga Selandia Baru mulai membatalkan penerbangan karena harga avtur melonjak ke rekor tertinggi, sementara China membatasi ekspor bahan bakar jet untuk menjamin pasokan domestik.
“Anda tidak dapat menerbangkan jumlah penerbangan yang sama tanpa jumlah bahan bakar jet yang sama,” kata Vikas Dwivedi, ahli strategi energi global di Macquarie Group, menyoroti keterkaitan langsung antara pasokan avtur dan operasional maskapai.
Krisis ini membuat negara-negara Asia seperti Filipina dan Vietnam mengurangi jadwal penerbangan, sementara maskapai New Zealand membatalkan lebih dari 1.100 penerbangan domestik. Bandara Sydney pun memperingatkan potensi kekurangan avtur bulan depan.
Saat ini kita sangat kekurangan. Tidak ada cara untuk menggantinya,” ujar Eugene Lindell, kepala produk olahan di FGE NexantECA, menegaskan situasi darurat yang sedang dihadapi industri penerbangan Asia.
Kondisi ini bahkan mulai berdampak pada Eropa dan AS, di mana harga avtur melonjak hingga US$215 per barel. Maskapai harus menyesuaikan tarif, sementara pemulihan pasokan penuh diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....