Harga Minyak Naik Ditengah Tekanan Sanksi Rusia
- 19 Nov 2025 08:49 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Harga minyak global ditutup menguat pada perdagangan Selasa (18/11/2025) setelah melalui sesi yang berfluktuasi. Kenaikan terjadi seiring pasar menimbang dampak sanksi Barat terhadap aliran minyak Rusia serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pemerintahannya telah memulai proses wawancara calon Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Dikutip dari Reuters, Minyak mentah Brent ditutup naik 69 sen atau 1,07 persen menjadi 64,89 dolar AS per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 83 sen atau 1,39 persen ke posisi 60,74 dolar AS per barel.
Harga minyak mentah AS bahkan sempat melonjak lebih dari 1 dolar menuju level tertinggi sesi di 60,92 dolar AS Trump mengungkapkan bahwa proses wawancara Ketua The Fed sudah dimulai. Trump diketahui kerap mengkritik Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, karena dianggap lambat memangkas suku bunga.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS menyampaikan bahwa sanksi yang dijatuhkan pada Oktober terhadap perusahaan energi Rusia, termasuk Rosneft dan Lukoil, telah menekan pendapatan minyak Rusia. Dampak sanksi tersebut diperkirakan akan semakin membatasi volume ekspor Rusia seiring waktu, sehingga turut memengaruhi dinamika pasokan global.
Lembaga Keuangan Global, Goldman Sachs, sebelumnya memproyeksikan harga minyak cenderung melemah hingga 2026 karena pasokan yang berlimpah membuat pasar berada dalam kondisi surplus. Namun bank investasi itu menilai Brent berpotensi kembali menembus 70 dolar AS pada 2026–2027 jika produksi Rusia turun lebih tajam akibat sanksi dan gangguan pasokan lainnya.
Di sisi lain, data dari Asosiasi Perdagangan Industri Minyak dan Gas AS, American Petroleum Institute, menunjukkan stok minyak mentah dan bahan bakar Amerika Serikat meningkat pada pekan yang berakhir 14 November. Persediaan minyak mentah bertambah 4,45 juta barel, sementara stok bensin naik 1,55 juta barel dan distilat naik 577.000 barel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....