Mimika Percepat Transformasi Ekonomi Melalui Penguatan UMKM

  • 02 Jul 2026 15:46 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya ketergantungan perekonomian daerah terhadap sektor pertambangan yang menjadi penyumbang utama pendapatan daerah, Pada kamis 2 juni 2026.

"Di Mimika ini tercatat pertumbuhan ekonominya cukup rendah. Kenapa? Karena pendapatan APBD Kabupaten Mimika itu sangat tergantung, 80 persen ada pada sektor pertambangan. Jadi kalau sektor pertambangan mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi kita memang ikut rendah," ujar Johannes Rettob.

Ia menilai, Kabupaten Mimika perlu memperkuat sektor-sektor ekonomi di luar pertambangan agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih stabil. "Kalau misalnya kita bisa sampai pada 50-50 persen dari sektor-sektor lain, pasti pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih baik," katanya.

Meski demikian, Johannes menegaskan Mimika memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Hal itu terlihat dari besarnya kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional serta nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika yang menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

"Artinya kita punya potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik supaya Mimika ini terus naik. PDRB Kabupaten Mimika ini salah satu yang tertinggi di Indonesia. Artinya peredaran uang di Kabupaten Mimika sangat tinggi," ungkapnya.

Menurut Johannes, salah satu faktor yang mulai mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Mimika telah mencapai sekitar 850 usaha dan terus berkembang.

"Kita juga punya produk yang sudah mulai go national, bahkan sebentar lagi go international. Sekarang kami ditawarkan untuk menjajakan produk-produk UMKM Mimika di Dubai, dan produk kita akan dijual di 10 supermarket di Dubai," jelasnya.

Johannes menegaskan, pemerintah daerah terus membangun fondasi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pembangunan itu bukan hanya infrastruktur. Yang kita buat adalah bagaimana ekonomi masyarakat membaik, stunting turun, angka kemiskinan turun, angka pengangguran turun, dan angka harapan hidup naik. Itu yang paling penting," tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus membenahi birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha semakin cepat. "Satu tahun terakhir saya konsentrasi pada pembangunan birokrasi. Jangan sampai birokrasi kita menjadi penghambat. Sekarang pengurusan Nomor Induk Berusaha atau NIB bisa selesai hanya lima menit, sementara perizinan lainnya ditargetkan tidak lebih dari satu jam. Ini untuk memudahkan para pengusaha lokal mengembangkan usahanya," tutup Johannes Rettob.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....