PTFI dan KMBL Kembangkan Potensi Pangan Lokal untuk Kesejahteraan Warga

  • 12 Jun 2026 20:06 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Mimika - Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) Keuskupan Timika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Lokal dalam Program PRONOMI IV. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Produksi Maria Bintang Laut, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, pada 11–12 Juni 2026.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan komitmen PTFI dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat yang telah berjalan sejak tahun 2017. Setelah melalui proses evaluasi, Program PRONOMI IV kembali melaksanakan berbagai kegiatan penguatan kapasitas masyarakat, salah satunya melalui pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari delapan kampung binaan, yaitu Otakwa, Omawita, Fanamo, Nayaro, Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, dan Tipuka. Para peserta diberikan materi dan praktik pengolahan pangan lokal dengan komposisi 20 persen teori dan 80 persen praktik.

Berbagai bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat, seperti pisang, singkong, ikan, dan tambelo, menjadi fokus utama dalam pelatihan. Produk yang diajarkan antara lain kerupuk ikan, kerupuk tambelo, lemet, nagasari, cake pisang, dan pisang molen. Selain meningkatkan keterampilan peserta, pelatihan ini juga bertujuan mempromosikan makanan lokal sebagai produk bernilai ekonomi.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Vice President Community Development PTFI Nathan Kum, perwakilan PT Freeport Indonesia dari SLD Department dan Corporate Communications, Tim Koperasi Maria Bintang Laut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, Pastor Beni Magai, serta Ketua Koperasi Maria Bintang Laut Benyamin Meo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Johana Arwam, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke kampung masing-masing.

Menurut Johana, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Ia menegaskan bahwa bahan baku yang digunakan sebagian besar mudah ditemukan di lingkungan sekitar sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di setiap kampung guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain kerja keras, Johana menekankan bahwa doa dan kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam membangun usaha dan kehidupan keluarga.

Sementara itu, Vice President Community Development PTFI Nathan Kum mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk dukungan PTFI terhadap penguatan kapasitas masyarakat di wilayah program pemberdayaan. Menurutnya, peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lain di kampung mereka.

Nathan menjelaskan bahwa peserta yang hadir merupakan perwakilan dari delapan kampung sasaran program. Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, mereka diharapkan mampu mengajarkan kembali keterampilan yang diperoleh kepada kelompok masyarakat lainnya, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas. Ia menegaskan bahwa PTFI akan terus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dengan Koperasi Maria Bintang Laut, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....