The Fed Tahan Suku Bunga, Peluang Dana Asing ke RI Terbuka
- 30 Jul 2026 19:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut dinilai memberikan peluang bagi Indonesia untuk tetap menarik aliran modal asing (capital inflow) karena selisih suku bunga dengan Bank Indonesia (BI) masih relatif tinggi.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan keputusan The Fed menahan suku bunga menjadi sentimen positif bagi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank Indonesia tidak perlu menaikkan BI Rate dalam waktu dekat.
“Baik karena spread [selisih] perbedaan BI-rate & the Fed masih tinggi, jadi harusnya ‘masih menarik’ untuk capital inflow. Kalau The Fed menaikan [suku bunga], maka BI Rate kemungkinan harus naik juga, sedangkan ruang geraknya sudah terbatas,” kata Dipo saat dihubungi, Kamis 30 Juli 2026.
Ia menambahkan, selisih suku bunga acuan yang masih lebar diharapkan tetap mampu menjaga daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor asing.
“Jadi harusnya buat menarik capital inflow, diharapkan ini masih cukup. Jadi intinya baik karena tidak perlu menaikan [BI Rate] lagi dari sisi Indonesia,” ujarnya.
Secara terpisah, Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan suku bunga The Fed akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama. Menurutnya, inflasi di Amerika Serikat masih sulit ditekan meski pasar tenaga kerja mulai melambat.
“Karena itu, The Fed masih cenderung mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, bahkan masih ada kemungkinan menaikkan suku bunga jika diperlukan,” kata Irman dalam risetnya.
Irman menilai tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury), menguatnya dolar AS, serta risiko geopolitik yang masih berlangsung membuat kondisi keuangan global tetap ketat. Situasi tersebut berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ia menambahkan, apabila suku bunga The Fed bertahan tinggi lebih lama, Bank Indonesia perlu menjaga agar imbal hasil aset berdenominasi rupiah tetap kompetitif. Menurutnya, instrumen lain seperti kebijakan likuiditas dan makroprudensial hanya bersifat pelengkap dan tidak dapat menggantikan peran suku bunga dalam menjaga stabilitas ekonomi serta nilai tukar rupiah.
Sebelumnya, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Meski demikian, tiga pejabat The Fed dilaporkan tidak sependapat dengan keputusan tersebut dan memilih kebijakan moneter yang lebih ketat, seiring meningkatnya volatilitas harga minyak dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....