Minat Investor SRBI Menurun, BI Tetap Jaga Daya Tarik Rupiah

  • 30 Jul 2026 19:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Minat investor terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami penurunan pada lelang terakhir yang digelar Jumat, 24 Juli 2026. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan tetap mengoptimalkan instrumen moneter tersebut untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menarik aliran modal asing.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, total penawaran yang masuk pada lelang SRBI turun sebesar Rp9,72 triliun atau 25,63 persen menjadi Rp28,21 triliun, dibandingkan lelang sebelumnya pada 17 Juli 2026 yang mencapai Rp37,93 triliun.

Penurunan terjadi pada seluruh tenor. Penawaran SRBI tenor enam bulan turun menjadi Rp2,24 triliun dari sebelumnya Rp4,64 triliun. Tenor sembilan bulan mencatat penurunan terdalam secara persentase sebesar 61,4 persen, sementara tenor 12 bulan yang selama ini menjadi favorit investor turun 21,15 persen menjadi Rp25,69 triliun.

Melemahnya permintaan tersebut dinilai menunjukkan perbankan mulai memiliki alternatif penempatan dana lain, seperti ekspansi kredit, pembelian Surat Berharga Negara (SBN), maupun pemenuhan kebutuhan likuiditas di pasar uang.

Hal itu juga tercermin dari data kepemilikan SRBI oleh perbankan yang turun menjadi Rp615,71 triliun pada Juni 2026, dibandingkan Rp677,89 triliun pada Mei 2026.

Merespons kondisi tersebut, BI menurunkan nilai nominal lelang yang dimenangkan menjadi Rp15 triliun dari sebelumnya Rp17 triliun. Bank sentral juga mengubah komposisi tenor dengan meningkatkan alokasi SRBI tenor enam bulan menjadi Rp793 miliar, sementara tenor sembilan bulan dipangkas menjadi Rp64 miliar.

Langkah tersebut dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar bagi BI dalam menyesuaikan operasi moneter apabila kondisi pasar berubah dengan cepat.

Meski permintaan menurun, imbal hasil (yield) SRBI tetap berada pada level yang kompetitif. Yield rata-rata tertimbang tenor enam bulan tercatat 7,2 persen, tenor sembilan bulan sebesar 7,41 persen, dan tenor 12 bulan sebesar 7,63 persen.

Kondisi tersebut masih menarik bagi investor asing. Data BI menunjukkan kepemilikan investor nonresiden pada SRBI meningkat menjadi Rp293,16 triliun pada Juni 2026, dibandingkan Rp216,48 triliun pada Mei 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Hutapea, menegaskan BI akan terus memanfaatkan berbagai instrumen, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan optimalisasi SRBI, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“BI terus berkomitmen menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," kata Erwin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....