IHSG Melemah 0,48%, Ini Penyebab dan Daftar Saham Penekan
- 28 Apr 2026 18:59 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Selasa 28 April 2026 dengan pelemahan 0,48 persen ke level 7.072. Sepanjang hari, indeks sempat menguat hingga 7.151 sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di 7.032.
Melansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan IHSG dipicu tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sektor konsumen primer, barang baku, dan infrastruktur menjadi penyumbang pelemahan terdalam masing-masing sebesar 1,61 persen, 1,48 persen, dan 0,83 persen.
| Baca juga: Cek Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini |
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp17,51 triliun dari 31,94 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,14 juta kali. Dari keseluruhan saham, sebanyak 339 saham menguat, 350 saham melemah, dan 129 saham stagnan.
Tekanan utama terhadap IHSG berasal dari penurunan sejumlah saham unggulan, termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun signifikan, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Berikut daftar saham yang menjadi pemberat IHSG berdasarkan data perdagangan:
- Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 8,39 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 7,08 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 4,15 poin
- Astra International (ASII) mengurangi 4 poin
- Bayan Resources (BYAN) mengurangi 3,99 poin
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) mengurangi 3,07 poin
- Pacific Strategic Financial (APIC) mengurangi 2,66 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) mengurangi 2,07 poin
- Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mengurangi 1,95 poin
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO) mengurangi 1,89 poin
Selain itu, saham-saham LQ45 lainnya juga turut menekan IHSG, seperti EXCL, MAPI, dan ISAT yang masing-masing mencatatkan penurunan signifikan. Beberapa saham lain seperti HEAL, ADMR, dan UNVR juga mengalami koreksi.
Secara global, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah yang belum menemukan titik terang. Hal ini turut memengaruhi sentimen pasar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi.
Dari sisi teknikal, indikator pasar menunjukkan tren pelemahan masih berlanjut. Analis memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 7.000 hingga 7.200 dalam waktu dekat, seiring minimnya sentimen positif baru yang mampu mendorong penguatan indeks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....