Harga Produk Apple Berpotensi Naik Akibat Krisis Chip AI

  • 30 Jun 2026 16:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Harga sejumlah produk teknologi, termasuk perangkat Apple seperti Mac dan iPad, berpotensi terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh krisis pasokan chip memori global yang dipicu meningkatnya permintaan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melansir dari Bloomberg Technoz, Apple dan Microsoft sebelumnya telah menaikkan harga sejumlah produk populernya, termasuk Mac, iPad, dan konsol Xbox. Kedua perusahaan menyebut lonjakan harga dipengaruhi oleh kelangkaan chip memori yang masih berlangsung di pasar global.

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Para pelaku industri semikonduktor menilai permintaan chip terus meningkat seiring pesatnya pembangunan pusat data untuk mendukung pengembangan teknologi AI.

CEO Micron Technology, Sanjay Mehrotra, mengatakan ketersediaan chip kemungkinan mulai membaik pada 2028. Namun, belum ada kepastian kapan pasokan dapat sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.

Analis Bloomberg Intelligence, Jake Silverman, memperkirakan harga chip masih akan tetap tinggi hingga beberapa tahun mendatang. Menurutnya, harga perangkat elektronik seperti laptop, ponsel pintar, dan tablet kemungkinan akan terus mengalami penyesuaian agar produsen dapat mempertahankan margin keuntungan.

Data dari inSpectrum Tech Inc. juga menunjukkan harga chip memori DDR5 yang banyak digunakan pada komputer pribadi telah meningkat lebih dari empat kali lipat dalam satu tahun terakhir.

Lonjakan permintaan chip dipicu pesatnya perkembangan teknologi AI yang membutuhkan kapasitas komputasi tinggi. Di sisi lain, produsen chip sebelumnya sempat mengurangi investasi kapasitas produksi setelah mengalami kelebihan pasokan pascapandemi COVID-19, sehingga industri kini menghadapi keterbatasan pasokan.

Tidak hanya chip memori, pasokan chip logika yang digunakan untuk berbagai perangkat komputasi juga mengalami tekanan. Kondisi ini membuat produsen semikonduktor berlomba meningkatkan kapasitas produksinya.

Sejumlah perusahaan besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), dan Micron Technology telah mengumumkan rencana investasi besar untuk memperluas fasilitas produksi chip. Meski demikian, proses pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun sehingga belum dapat langsung mengatasi ketatnya pasokan.

Dengan kondisi tersebut, konsumen diperkirakan masih akan menghadapi harga perangkat elektronik yang relatif tinggi, termasuk produk-produk Apple, hingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan chip global kembali tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....