Harga Minyak Stabil, Konflik Iran Picu Tekanan Global

  • 29 Apr 2026 08:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Harga minyak dunia terpantau relatif stabil di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik Iran dan dampaknya terhadap pasokan energi global. Ketegangan geopolitik membuat pasar energi masih diliputi ketidakpastian.

Melansir dari Bloomberg Technoz, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$99 per barel, sementara Brent berada di kisaran US$111 per barel. Penguatan ini dipicu terganggunya jalur distribusi energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Salah satu faktor utama adalah hampir lumpuhnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Sejak konflik pecah, jalur tersebut sulit dilalui, sehingga menghambat pasokan minyak mentah dan gas alam ke pasar global.

Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi global. Badan Energi Internasional bahkan menyebut gangguan ini sebagai salah satu guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran telah meminta pembukaan blokade laut di Selat Hormuz. Kedua pihak kini tengah bernegosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak Februari lalu.

Di tengah ketegangan tersebut, Uni Emirat Arab mengambil langkah mengejutkan dengan memutuskan keluar dari OPEC setelah lebih dari enam dekade bergabung. Keputusan ini diambil untuk memberikan fleksibilitas dalam merespons kebutuhan pasar energi global.

Selain itu, Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi ekonomi, termasuk terhadap perusahaan penyulingan minyak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perdagangan Iran.

Berikut pergerakan harga minyak terbaru:

  • WTI pengiriman Juni turun 0,4% menjadi US$99,57 per barel
  • Brent pengiriman Juni naik 2,8% menjadi US$111,26 per barel

Kondisi ini menunjukkan pasar energi global masih sangat dipengaruhi dinamika geopolitik. Investor pun terus mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang akan menentukan arah harga minyak ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....